OJK Catat Pembiayaan Perbankan Syariah Sumbar Tumbuh 16,22 Persen

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BI mencatat, terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian Sumbar selama delapan tahun terakhir.

Ilustrasi. (Foto: stevepb/pixabay.com)

Langgam.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat mencatat penyaluran pembiayaan perbankan syariah di Sumbar mencapai Rp13,27 triliun pada Juni 2026. Nilai tersebut tumbuh 16,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator positif perkembangan industri perbankan syariah di Sumatera Barat.

“Total penyaluran pembiayaan perbankan syariah pada Juni 2026 mencapai Rp13,27 triliun atau tumbuh 16,22 persen secara tahunan,” kata Roni Nazra, Jumat (14/8/2026).

Selain pembiayaan, pertumbuhan juga terjadi pada aset perbankan syariah. Pada Juni 2026, total aset tercatat sebesar Rp15,14 triliun atau tumbuh 10,91 persen secara tahunan.

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah mencapai Rp11,62 triliun. Angka tersebut tumbuh 6,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Roni, pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan aset dan DPK menunjukkan aktivitas intermediasi perbankan syariah di Sumatera Barat tetap berjalan positif.

Meski pembiayaan tumbuh dua digit, OJK tetap mencermati risiko pembiayaan. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 1,94 persen pada Juni 2026.

Rasio tersebut sedikit meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 1,58 persen.

“Risiko pembiayaan masih terjaga dengan rasio NPF sebesar 1,94 persen, meskipun terdapat sedikit peningkatan dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,58 persen,” ujarnya.

Roni mengatakan perkembangan positif perbankan syariah tersebut menjadi bagian dari kinerja sektor jasa keuangan Sumatera Barat yang secara umum masih terjaga.

Secara keseluruhan, total aset perbankan di Sumatera Barat pada Juni 2026 mencapai Rp88,20 triliun atau tumbuh 4,72 persen secara tahunan. Sementara total penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp77,70 triliun atau tumbuh 5,92 persen.

Penghimpunan DPK perbankan juga tumbuh 13,02 persen menjadi Rp65,55 triliun. Dari sisi risiko kredit, rasio NPL perbankan Sumbar tercatat 2,87 persen.

Pertumbuhan perbankan tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat. Berdasarkan data OJK, ekonomi Sumbar pada triwulan II-2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan.

Roni menilai sektor jasa keuangan, termasuk perbankan syariah, memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi melalui penyaluran pembiayaan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

“Pertumbuhan pembiayaan ini menunjukkan peran perbankan syariah dalam mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat dan aktivitas ekonomi di Sumatera Barat,” katanya. (HER)

Tag:

Baca Juga

OJK Catat Pembiayaan UMKM Capai Rp1.948,72 Triliun
OJK Catat Pembiayaan UMKM Capai Rp1.948,72 Triliun
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, BI Sumbar Bawa Rp 5,9 Miliar ke Mentawai
OJK Catat 40,11 Persen Kredit Perbankan Sumbar Disalurkan ke UMKM
Kredit Perbankan Sumbar Tumbuh 5,92 Persen, UMKM Malah Turun 1,44 Persen
Kredit Perbankan Sumbar Tumbuh 5,92 Persen, UMKM Malah Turun 1,44 Persen
Literasi Keuangan Sejak Dini, OJK Edukasi Siswa SLB Negeri 1 Painan
Literasi Keuangan Sejak Dini, OJK Edukasi Siswa SLB Negeri 1 Painan
OJK Serahkan Tersangka Kasus PT Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Sita Aset untuk Lindungi Pemegang Polis
OJK Serahkan Tersangka Kasus PT Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Sita Aset untuk Lindungi Pemegang Polis
OJK Optimalkan SLIK, Akses Kredit UMKM dan Program 3 Juta Rumah Diharapkan Makin Cepat
OJK Optimalkan SLIK, Akses Kredit UMKM dan Program 3 Juta Rumah Diharapkan Makin Cepat