Langgam.id – Joshua First Brilianson Sababalat, mencetak sejarah sebagai putra pertama dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat (Sumbar) yang berhasil lolos ke Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Joshua merupakan putra pasangan Janius Sababalat dan Mertina, berdomisili di Dusun Mapaddegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ia Alumni SMAN 2 Sipora dan kini diterima di program studi Astronomi ITB.
Joshua juga mendapatkan dukungan Beasiswa Paragon Scholarship yang menunjang pendidikannya selama empat tahun.
Alumni Geologi ITB Nofrins Napilus yang ikut menjemput Joshua di Mentawai, mengatakan keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya membangun jejaring pendidikan yang dilakukan Bupati Kepulauan Mentawai.
Menurut Nofrins, Bupati Kepulauan Mentawai memiliki semangat untuk membangun jaringan dengan berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Indonesia. Tujuannya agar semakin banyak anak-anak Mentawai mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke kampus-kampus top nasional.
“Ini juga merupakan upaya dari Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto yang bersemangat membangun jejaring agar anak-anak Mentawai bisa berkuliah di PTN top di Indonesia. Salah satunya ITB,” kata Nofrins kepada Langgam.id, Rabu (12/8/2026).
Ia menilai keberhasilan Joshua menjadi langkah penting bagi anak-anak Kepulauan Mentawai. Joshua tidak hanya berhasil diterima di ITB, tetapi juga memilih bidang astronomi yang memiliki tantangan akademik tersendiri.
Dalam video yang beredar di media sosial, perjalanan Joshua menuju Bandung juga berlangsung penuh haru. Ia dilepas dan diantar langsung warga sekampung hingga ke pelabuhan.
Nofrins turut ikut menjemput Joshua di Mentawai dan mendampingi perjalanan keberangkatannya, melihat keberhasilan Joshua sebagai momentum yang dapat membuka jalan bagi generasi muda Mentawai lainnya untuk berani menargetkan perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
“Setibanya di Bandung, Joshua juga mendapat kesempatan mengunjungi Observatorium Bosscha. Ia disambut Rektor ITB bersama sejumlah profesor dan berkesempatan melihat secara langsung teleskop raksasa yang digunakan untuk kegiatan pengamatan astronomi,” kata Nofrins.
Lanjut Nofrins, kini Joshua telah mengikuti rankaian kegiatan untuk mahasiswa baru di ITB.
“Joshua ini membuka jalan. Semoga setelah ini semakin banyak anak-anak Mentawai yang berani bermimpi dan mengejar pendidikan sampai ke perguruan tinggi terbaik,” ujarnya.
Nofrins menjelaskan dukungan terhadap perjalanan pendidikan Joshua semakin kuat setelah ia resmi menerima Beasiswa Paragon Scholarship.
“Beasiswa tersebut memberikan dukungan selama empat tahun sehingga Joshua dapat lebih fokus menjalani pendidikannya di ITB,” tuturnya.
Ia menyebut keberhasilan Joshua dapat menjadi pemantik bagi pemerintah daerah, alumni, masyarakat, dan berbagai pihak untuk terus membangun jejaring pendidikan bagi anak-anak Mentawai.
“Dengan diterimanya Joshua di ITB melalui jalur prestasi, Mentawai kini memiliki cerita baru tentang seorang anak daerah kepulauan yang mampu menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” kata dia. (WAN)






