Langgam.id – Minggu pagi di Jalan Sudirman, Kota Padang biasanya menjadi waktunya anak muda menikmati akhir pekan. Ada yang berlari, bersepeda, berjalan kaki, berkumpul bersama teman, atau sekadar menikmati suasana kota tanpa lalu lalang kendaraan.
Namun, Minggu (9/8/2026), beberapa orang memilih menghentikan aktivitas mereka sejenak. Bukan karena kelelahan setelah berolahraga. Mereka justru berhenti di salah satu tenan yang berada di sepanjang kawasan Car Free Day (CFD) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis.
Di tenan Lazismu Sumatra Barat, masyarakat bisa memeriksakan empat indikator kesehatan, yakni gula darah, kolesterol, tekanan darah atau tensi, serta asam urat. Kesempatan itu rupanya tidak hanya dimanfaatkan warga yang sudah berusia lanjut. Anak muda juga terlihat datang dan ikut menjalani pemeriksaan. Salah satunya Harry.
Pagi itu, Harry datang bersama dua temannya, Heri dan Bams. Ketiganya awalnya hanya ingin menikmati suasana CFD. Tidak ada rencana khusus untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Namun, ketika melihat layanan pemeriksaan gratis tersebut, mereka memutuskan untuk mencoba.
“Kami awalnya memang cuma mau jalan-jalan dan menikmati suasana CFD. Karena ada pemeriksaan gratis, jadi sekalian kami coba,” kata Harry.
Ketiganya kemudian duduk bergantian di meja pemeriksaan.
Fauzil, tenaga kesehatan yang bertugas di tenan tersebut, mulai melakukan pemeriksaan. Tekanan darah dicek. Begitu pula gula darah, kolesterol dan asam urat.
Bagi Harry, pemeriksaan itu menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi tubuhnya secara langsung. Selama ini, tidak ada keluhan yang dirasakan. Tubuh masih terasa sehat dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa.
“Selama ini merasa sehat-sehat saja. Jadi ingin tahu juga hasilnya bagaimana,” ujar Harry.
Hasil pemeriksaan ketiganya pun cukup melegakan. Tidak ditemukan persoalan kesehatan yang perlu dikhawatirkan dari pemeriksaan tersebut. Namun, bukan berarti mereka pulang begitu saja setelah mendapatkan hasil yang baik.
Ada pesan lain yang disampaikan Fauzil, terutama mengenai kebiasaan tidur. Ketiganya diingatkan agar mengurangi kebiasaan begadang.
Bagi anak muda, begadang mungkin terdengar seperti hal biasa. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan, bermain gim, menonton film, berkumpul dengan teman, atau sekadar menghabiskan waktu dengan telepon genggam.
Bams mengakui, kebiasaan tersebut memang masih sering dilakukan.
“Kadang memang masih sering begadang. Jadi setelah diperiksa tadi, kami diingatkan supaya jangan terlalu sering begadang,” katanya.
Peringatan itu menjadi salah satu hal yang justru mereka ingat dari pemeriksaan pagi tadi. Sebab, pemeriksaan kesehatan ternyata tidak hanya memberi tahu apakah seseorang sedang sakit atau tidak. Ada kebiasaan sehari-hari yang juga perlu diperhatikan.
Bagi Fauzil, hal tersebut memang menjadi salah satu tujuan pemeriksaan kesehatan yang mereka hadirkan di tengah kegiatan CFD. Menurutnya, masyarakat tidak harus menunggu tubuh menunjukkan keluhan untuk mulai melakukan pemeriksaan.
“Seseorang tidak perlu menunggu sampai tubuh terasa sakit untuk mulai memeriksakan diri,” ujar Fauzil.
Hingga Minggu pagi tadi, sekitar 30 orang telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan di tenan Lazismu Sumatra Barat. Menurut Fauzil, anak muda termasuk kelompok yang cukup banyak memanfaatkan layanan tersebut.
Sebagian datang karena memang ingin mengetahui kondisi tubuhnya. Sebagian lainnya memanfaatkan kesempatan karena layanan itu tersedia gratis dan lokasinya berada di tempat yang mereka datangi untuk berolahraga.
“Kurang lebih sudah sekitar 30 orang yang melakukan pemeriksaan sampai hari ini. Anak muda juga cukup banyak yang datang,” kata Fauzil.
Pemeriksaan yang dilakukan memang bukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Namun, empat indikator yang diperiksa dapat menjadi gambaran awal mengenai kondisi tubuh seseorang.
Jika hasilnya baik, masyarakat bisa menjadikannya sebagai pengingat untuk mempertahankan pola hidup sehat. Sebaliknya, jika ditemukan hasil yang perlu diperhatikan, pemeriksaan lanjutan bisa dilakukan di fasilitas kesehatan. Di sinilah pemeriksaan sederhana tersebut memiliki arti.
Seseorang yang merasa sehat bisa mengetahui apakah kondisi tubuhnya memang berada dalam keadaan baik berdasarkan indikator yang diperiksa.
“Pemeriksaan kesehatan tidak selalu berujung pada diagnosis penyakit. Pemeriksaan juga dapat menjadi ruang edukasi untuk membantu seseorang mengenali kebiasaan hidupnya,” terang Fauzil.
Bagi Harry, Heri dan Bams, pemeriksaan pagi itu setidaknya membuat mereka sedikit lebih memperhatikan kondisi tubuh.
Harry mengatakan, selama tidak merasakan sakit, pemeriksaan kesehatan memang sering kali tidak menjadi prioritas.
“Selama tidak sakit, biasanya memang tidak kepikiran untuk cek kesehatan. Ternyata bagus juga kalau sesekali diperiksa, jadi kita tahu kondisi tubuh,” katanya.
Kemudian, Heri menilai layanan seperti itu cukup membantu terutama karena masyarakat tidak perlu datang jauh-jauh ke fasilitas kesehatan hanya untuk melakukan pemeriksaan dasar.
“Kalau ada pemeriksaan gratis seperti ini, menurut saya bagus dimanfaatkan. Apalagi tidak perlu jauh-jauh, kebetulan ada di tempat kita olahraga,” ujarnya.
Sementara bagi Bams, hasil pemeriksaan yang baik justru harus menjadi alasan untuk tetap menjaga pola hidup.
“Kalau hasilnya bagus, bukan berarti kita bebas melakukan apa saja. Tetap harus menjaga kesehatan,” katanya.
Pandangan tersebut sejalan dengan pesan yang ingin dibangun melalui layanan pemeriksaan kesehatan di CFD. Cek kesehaatan gratis cegah dini, tuntas obati.
Sehat tidak hanya berarti tidak merasakan sakit.
Ada perbedaan antara merasa sehat dan mengetahui kondisi kesehatan. Seseorang bisa saja merasa tubuhnya baik-baik saja karena tidak mengalami keluhan. Namun, pemeriksaan memberikan informasi yang lebih objektif mengenai beberapa indikator kesehatan.
Karena itu, Fauzil berharap masyarakat, terutama anak muda tidak lagi menganggap pemeriksaan kesehatan sebagai sesuatu yang hanya diperlukan ketika sudah sakit.
“Layanan gratis yang hadir di CFD menjadi salah satu cara sederhana untuk membangun kebiasaan tersebut,” jelasnya.
Menurut dia, CFD sebenarnya dapat menjadi ruang yang lebih luas untuk membangun kesadaran kesehatan. Warga datang untuk menggerakkan tubuh melalui olahraga. Di tempat yang sama, mereka bisa mengetahui kondisi tubuh melalui pemeriksaan dan mendapatkan edukasi mengenai apa yang perlu dilakukan setelahnya.
“CFD tidak hanya menjadi ruang untuk menggerakkan tubuh, tetapi juga ruang untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan. Olahraga membuat tubuh aktif. Pemeriksaan membantu mengetahui kondisi tubuh,” imbuh Fauzil.
Pasca melakukan pengecekan, Harry, Heri dan Bams akhirnya kembali melanjutkan aktivitas mereka. Mereka datang ke CFD tanpa merasa sedang memiliki masalah kesehatan. Pemeriksaan justru memperlihatkan kondisi mereka baik.
Tetapi ada satu hal yang mereka bawa pulang selain hasil pemeriksaan yaitu pengingat untuk lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari. Salah satunya soal begadang.
Mungkin terlihat sepele. Namun, bagi anak muda yang merasa tubuhnya masih kuat, pesan itu menjadi penting. Sebab, menjaga kesehatan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari tidur yang cukup, makanan yang lebih teratur, olahraga, dan tidak malas memeriksakan kondisi tubuh.
Sekitar 30 orang telah memanfaatkan layanan tersebut hingga Minggu pagi tadi. Jumlah itu menjadi gambaran bahwa kesempatan untuk memeriksakan kesehatan, terutama ketika tersedia secara gratis dan mudah dijangkau, masih dibutuhkan masyarakat. Tidak harus menunggu sakit.
.






