Langgam.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang mengerahkan tim penyelamat untuk mencari seorang perempuan lanjut usia yang diduga hilang di kawasan hutan Jorong Batang Silasiah, Nagari Tabek Gadang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Kamis (6/8/2026).
Korban diketahui bernama Syafrida (67), warga Ateh Manjayo, Jorong Kubang Duo Koto Panjang, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam. Informasi hilangnya korban diterima Basarnas dari pihak keluarga pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 09.56 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang Abdul Malik mengatakan laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel dari Pos SAR Limapuluh Kota menuju lokasi kejadian.
“Setelah menerima laporan dari pihak keluarga, kami langsung memberangkatkan lima personel Rescuer Pos SAR Limapuluh Kota menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” kata Abdul, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, korban terakhir kali terlihat pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 05.36 WIB, mengenakan gamis berwarna hitam kehijauan dan berjalan menuju kawasan Jorong Batang Silasiah.
Seorang warga setempat sempat mengingatkan korban agar tidak melanjutkan perjalanan ke arah kawasan hutan. Namun, korban tetap berjalan hingga akhirnya tidak kembali ke rumah.
“Hingga laporan diterima, korban belum ditemukan sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas untuk meminta bantuan pencarian,” ujarnya.
Tim SAR menempuh perjalanan darat sekitar 36,4 kilometer dari Pos SAR Limapuluh Kota menuju lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu setengah jam. Lokasi pencarian berada sekitar 27,22 kilometer dari Pos SAR secara garis lurus.
Dalam operasi tersebut, Basarnas mengerahkan satu unit rescue truck, sepeda motor trail, perlengkapan mountaineering, peralatan medis, komunikasi, evakuasi, serta peralatan pendukung lainnya.
Abdul menyebutkan kondisi cuaca di lokasi saat operasi pencarian berlangsung terpantau berawan dan belum terdapat kendala berarti yang menghambat proses pencarian.
“Tim akan melakukan penyisiran di area yang diduga menjadi jalur yang dilalui korban. Kami juga berkoordinasi dengan keluarga, masyarakat setempat, dan unsur SAR gabungan agar pencarian dapat berjalan secara maksimal,” pungkasnya. (WAN)





