Langgam.id – Banjir merendam kawasan Parak Kopi, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Warga pun berharap pemerintah kota segera membenahi saluran irigasi dan drainase agar banjir tidak berulang.
Pantauan Langgam.id sekitar pukul 20.15 WIB, di kawasan Simpang Lampu Merah Alai arus lalu lintas dari arah Gunung Pangilun menuju Alai sempat terganggu akibat genangan air.
Tepat di ruas jalan di depan SD 03 Alai itu hingga persimpangan lampu merah telah digenangi air setinggi lutut orang dewasa. Para engendara kendaraan roda dua tidak bisa melewati jala tersebut.
Di sekitar persimpangan lampu merah, ketinggian air bervariasi. Genangan di tepi trotoar lebih tinggi, sedangkan di bagian tengah jalan hanya mencapai mata kaki.
Tidak jauh dari SD tersebut, sejumlah rumah warga di kawasan Parak Kopi menuju Gunung Pengilun juga ikut terendam. Air masuk ke dalam rumah hingga setinggi betis, sehingga warga berupaya menyelamatkan barang-barang dengan memindahkannya ke tempat yang lebih aman.
Seorang warga setempat, Esnur (65), mengatakan genangan mulai muncul di jalan sekitar pukul 14.00 WIB. Air kemudian masuk ke rumahnya sekitar pukul 15.00 WIB, dan terus meningkat hingga mencapai di atas lutut pada pukul 16.30 WIB.
“Air masuk dari irigasi di belakang rumah. Kalau hujan deras, irigasi itu tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke permukiman,” katanya, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, kondisi itu diperparah oleh saluran pembuangan air yang berukuran kecil. Selain itu, endapan di saluran irigasi membuat aliran air menjadi lambat sehingga genangan semakin tinggi.
Esnur mengaku, banjir kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, rumahnya juga pernah terendam pada 2023, namun ketinggian air tidak separah sekarang.
“Dulu memang pernah banjir, tetapi tidak sampai setinggi ini. Sekarang air benar-benar masuk ke dalam rumah,” jelasnya.
Ia menilai penyebab utama banjir adalah kondisi saluran irigasi yang lebih tinggi dari badan jalan. Akibatnya, air hujan sulit mengalir ke saluran pembuangan dan akhirnya meluap ke permukiman warga.
Selain rumah Esnur, rumah warga lainnya, termasuk milik Budiya, juga ikut terendam banjir akibat luapan air.
“Sudah lama juga tidak banjir di sini, namun tak menyangka setinggi airnya,” kata dia.
Mereka berharap pemerintah segera melakukan pembenahan saluran irigasi dan drainase di kawasan Parak Kopi. Menurut warga, perbaikan itu penting agar banjir tidak kembali menggenangi rumah warga saat hujan deras.
“Kami berharap pemerintah memberi perhatian serius. Saluran pembuangan air dan irigasi harus diperbaiki, terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir,” tuturnya. (WAN)





