Kondisi Korban TPPO Asal Agam Mulai Membaik, Pulang dari Batam Masih Menunggu

Kondisi Korban TPPO Asal Agam Mulai Membaik, Pulang dari Batam Masih Menunggu

Ilustrasi penyekapan. (Foto: Canva)

Langgam.id – Kondisi kesehatan Ayu Elsih, warga Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) yang menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar mulai berangsur membaik.

Meski demikian, Ayu mengaku hingga kini belum mengetahui kapan dirinya dapat dipulangkan ke kampung halaman dari Batam, Kepri. 

“Kondisi kami sekarang sudah agak membaik,” kata Ayu kepada Langgam.id, Senin (3/8/2026).

Ayu mengatakan, saat ini dirinya menunggu proses lanjutan dari pihak berwenang. Ia tidak tinggal di shelter milik Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau.

Keputusan tersebut, kata Ayu, diambil karena kondisi di shelter mengharuskan para penghuni tidur bersama dalam satu kamar dengan banyak orang, sehingga mereka memilih mencari tempat tinggal lain untuk sementara.

“Kami tidak tinggal di shelter lagi karena di sana tidurnya satu kamar ramai dengan penghuni lain,” ujarnya.

Selama berada di Batam, Ayu mengaku seluruh kebutuhan hidup sehari-hari, mulai dari biaya makan hingga penginapan, tidak ditanggung oleh pemerintah.

Ia mengatakan, biaya tersebut saat ini ditanggung oleh keluarga rekanya. Bahkan, biaya pengobatan yang dijalani setelah keduanya kembali ke Indonesia juga masih menggunakan dana pribadi.

“Untuk makan, tempat tinggal sampai berobat masih kami tanggung sendiri. Semuanya dibantu keluarga Susi,” ucapnya.

Ayu menuturkan, sejauh ini bantuan yang diterima dari aparat baru berupa fasilitasi pemeriksaan visum yang dilakukan untuk kepentingan penyelidikan dugaan TPPO yang mereka alami.

“Kemarin kami sudah visum dan itu ditanggung Polda Kepri, tapi untuk keperluan memberikan keterangan atas kejadian yang kami alami,” jelasnya. 

Selain itu, Ayu mengaku dirinya bersama rekannya kembali dijadwalkan memenuhi panggilan dari BP3MI Kepulauan Riau. Namun, hingga saat ini mereka belum mengetahui tujuan maupun agenda pemanggilan tersebut.

“Saat ini kami akan dipanggil lagi ke BP3MI Kepri, tapi dipanggil untuk apa kami juga belum tahu,” tuturnya. 

Sebelumnya, Ayu dan rekannya Susi berhasil kembali ke Indonesia setelah diduga menjadi korban TPPO di Myanmar. Keduanya tiba di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam (29/7/2026) dan masih menjalani pendampingan serta proses pemeriksaan oleh aparat berwenang sebelum dipulangkan ke Sumbar. (WAN)

Baca Juga

Ini Tanda Kesehatan Mental Kamu Sedang Terganggu
BP3MI Sumbar Masih Tunggu Informasi Pemulangan Warga Agam Korban Dugaan TPPO dari Myanmar
Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Dipicu Batas Tanah Sawah, Wajah Pria di Lubuk Basung Robek Dibacok
Cerita Pilu Ayu Elsih Korban TPPO Agam Disiksa di Myanmar: Dimintai Tebusan Ratusan Juta, Diselamatkan Tentara!
Cerita Pilu Ayu Elsih Korban TPPO Agam Disiksa di Myanmar: Dimintai Tebusan Ratusan Juta, Diselamatkan Tentara!
Pasilek mudo asa Kabupaten Agam, Furqon Habil Winata, dipanggia Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB-IPSI) ikuik Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). (Dok. Humas Agam)
Pasilek Mudo Agam Furqon Habil Masuak Pelatnas, Kaja Prestasi Dunia jo SEA Games 2027
Warga Agam yang Disekap dan Disiksa di Myanmar Bebas, Bakal Dijemput Keluarga di Batam
Warga Agam yang Disekap dan Disiksa di Myanmar Bebas, Bakal Dijemput Keluarga di Batam
Tanggul Sungai Tumayo yang Jebol hingga Picu Banjir di Agam Mulai Diperbaiki
Tanggul Sungai Tumayo yang Jebol hingga Picu Banjir di Agam Mulai Diperbaiki