Juli 2026: BPS Catat Inflasi Sumbar 4,12 Persen

Laju Inflasi di Sumbar Stabil Selama Pandemi Corona

Ilustrasi - statistik ekonomi. (Foto: Geralt/pixabay.com)

Langgam.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 4,12 persen pada Juli 2026. Kenaikan harga cabai merah dan bensin menjadi dua komoditas utama yang mendorong inflasi di Ranah Minang.

Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan inflasi y-on-y pada Juli 2026 terjadi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,59. Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) tercatat sebesar 0,07 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) mencapai 1,05 persen.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 11 kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok transportasi,” kata Nurul Hasanudin dalam rilis BPS Sumbar, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 5,60 persen, disusul kelompok transportasi 5,33 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 5,12 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 9,73 persen.

Menurut Nurul, komoditas yang paling dominan menyumbang inflasi tahunan antara lain cabai merah, emas perhiasan, beras, bensin, angkutan udara, minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), ikan cakalang, nasi dengan lauk, daging ayam ras, ikan nila, bahan bakar rumah tangga, sewa rumah, cabai rawit, hingga tomat.

Sementara itu, komoditas yang menahan laju inflasi di antaranya bawang merah, telur ayam ras, daun seledri, kelapa, petai, jengkol, udang basah, kentang, ketimun, susu bubuk, jeruk nipis, sabun cuci piring, parfum, dan pembalut wanita.

Dari empat daerah cakupan IHK di Sumatera Barat, Kabupaten Dharmasraya mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 4,98 persen, disusul Kabupaten Pasaman Barat 4,68 persen, Kota Bukittinggi 4,15 persen, dan Kota Padang menjadi yang terendah dengan inflasi 3,82 persen.

Nurul menambahkan, secara umum perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2026 masih menunjukkan tren kenaikan, meski laju inflasi bulanan relatif terkendali dibandingkan bulan sebelumnya. (HER)

Baca Juga

Tekanan Inflasi Sumbar: BI Ingatkan Risiko Bencana hingga Disparitas Harga Antarwilayah
Tekanan Inflasi Sumbar: BI Ingatkan Risiko Bencana hingga Disparitas Harga Antarwilayah
September 2026: Harga Cabai jadi Pendorong, Inflasi Sumbar Capai 3,50 Persen
September 2026: Harga Cabai jadi Pendorong, Inflasi Sumbar Capai 3,50 Persen
BI Sebut Inflasi Sumbar Masih dalam Rentang Sasaran Target Nasional, 2,5 Plus Minus 1 Persen
BI Sebut Inflasi Sumbar Masih dalam Rentang Sasaran Target Nasional, 2,5 Plus Minus 1 Persen
evaluasi-distribusi-bbm-subsidi-wagub-sumbar-lebih-tepat-sasaran
Inflasi Sumbar Juni 2026 Melonjak Jadi 4,70 Persen, Didorong Kenaikan Harga BBM dan Cabai Merah
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi Sumatra Barat (Sumbar) tercatat 0,57 persen secara bulanan pada November 2023.
Inflasi Mei Menguat, BI Sumbar Yakin Tahun Ini Terkendali di Rentang 2,5 Plus Minus 1 Persen
Dipicu Kenaikan Harga Emas dan Daging Ayam, Inflasi Sumbar April Capai 1,97 Persen
Dipicu Kenaikan Harga Emas dan Daging Ayam, Inflasi Sumbar April Capai 1,97 Persen