Langgam.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya mengawal percepatan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy usai meninjau hari pertama kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Dharmasraya.
Menurut Vasko, pendidikan merupakan cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas, tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
“Anak yang berasal dari keluarga prasejahtera itu bukan tidak pintar, mereka hanya belum memiliki kesempatan yang sama. Kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Sumatera Barat untuk meraih cita-citanya,” ujar Vasko, Sabtu (1/8/2026) lalu.
Ia menyebut beroperasinya Sekolah Rakyat permanen pertama di Sumatera Barat menjadi langkah penting dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu.
“Alhamdulillah, Sekolah Rakyat pertama di Sumatera Barat sudah mulai beroperasi di Dharmasraya. Ini menjadi awal yang baik, dan kita akan terus mengupayakan agar sekolah serupa dapat hadir di kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat,” katanya.
Vasko menjelaskan, kehadiran Sekolah Rakyat di Sumbar merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional.
Ia mengingatkan bahwa percepatan pembangunan program serupa di berbagai daerah membutuhkan peran aktif pemerintah daerah dalam menyiapkan berbagai persyaratan, termasuk penyediaan lahan dan koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Daerah harus aktif, komunikatif, dan siap bergerak. Semakin cepat kita menyiapkan dukungan dan lahan, semakin cepat pula manfaat program ini dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil dengan beroperasinya Sekolah Rakyat Terintegrasi Dharmasraya sebagai sekolah rakyat permanen pertama di Sumatera Barat.
Sekolah Rakyat merupakan Program Strategis Nasional yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Seluruh peserta didik memperoleh pendidikan gratis dengan sistem berasrama, lengkap dengan fasilitas makanan bergizi, akses internet, komputer, pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS), serta penguatan literasi digital.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SRT Dharmasraya yang memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa menampung 390 peserta didik. Mereka berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat, terdiri dari 268 siswa asal Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, serta masing-masing satu siswa dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukittinggi.
Pemerintah Pusat menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahun hingga mencapai 500 sekolah pada 2029. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan siap terus bersinergi agar semakin banyak anak-anak di daerah itu memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarganya. (HER)






