Santri di Limapuluh Kota Diduga Diintimidasi saat Beribadah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Santri di Limapuluh Kota Diduga Diintimidasi saat Beribadah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Ilustrasi berzikir. (Foto: Canva)

Langgam.id – Orang tua seorang santri di Pondok Pesantren Berbasis Surau (PBS) Ibnu Haromain, melaporkan ke kepolisian dugaan intimidasi dan kekerasan psikis yang dialami anaknya ketika menjalani ibadah.  

Korban diketahui berinisial NAF (14), tinggal di Jorong Cinta Maju, Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota.

Dalam kasus ini, ayah korban Zulfantri dan ibunya Petri Mayuza, melaporkan seorang warga berinisial RU. Dari laporan itu, keduanya menduga anak mereka mengalami kekerasan psikis akibat intimidasi saat menjalankan ibadah.

Dalam surat laporan yang ditujukan kepada Polres Limapuluh Kota, peristiwa diduga terjadi sejak Mei 2026. Keluarga baru mengetahui dampaknya pada Juni 2026.

Dalam laporan tersebut, korban menjadi imam salat di Musala Nurul Huda saat libur sekolah. Seusai salat berjemaah, korban didatangi terlapor ketika sedang berzikir.

Terlapor diduga menegur korban dan menyebut amalan zikir yang dilakukan merupakan ajaran sesat. Ucapan itu disampaikan di hadapan sejumlah orang sehingga korban merasa malu dan tertekan.

Pada kesempatan lain, terlapor juga diduga kembali menyampaikan pernyataan yang merendahkan guru korban. Kemudian korban meminta penjelasan kepada pengasuh PBS Ibnu Haromain Harmen Hadi, melalui pesan WhatsApp terkait dalil zikir bersama setelah salat.

Harmen memberikan penjelasan beserta dalil yang menjadi dasar amalan tersebut. Penjelasan itu kemudian dikirim korban kepada terlapor, namun kembali ditolak.

Dalam laporannya, keluarga menyebut rangkaian peristiwa tersebut membuat korban mengalami gangguan psikis. Korban disebut juga kehilangan rasa percaya diri, merasa takut, cemas, dan tidak berani lagi pergi ke musala sendirian.

Ibu korban juga mengaku sempat mendatangi terlapor untuk meminta penjelasan. Namun, menurut laporan itu, terlapor hanya menjawab bahwa pelapor tidak memahami persoalan agama.

Pengasuh PBS Ibnu Haromain, Harmen Hadi, membenarkan kejadian tersebut serta keluarga korban telah menempuh jalur hukum. Menurutnya, langkah itu dilakukan agar santri memperoleh perlindungan hukum.

“Kami berharap hukum ditegakkan secara adil. Semua pihak dapat mengambil hikmah dan tidak berlaku arogan atau semena-mena,” kata Harmen, Kamis (30/7/2026).

Ia berharap proses hukum berjalan secara objektif sehingga keluarga korban mendapatkan keadilan.

“Yang tidak kalah penting, santri kami mendapat perlindungan secara hukum. Keluarganya juga mendapatkan keadilan dan merasa dilindungi oleh hukum,” ujarnya.

Dalam laporan tersebut, keluarga turut menyerahkan sejumlah barang bukti berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp, keterangan guru, serta sejumlah saksi yang disebut mengetahui langsung peristiwa tersebut.

Sementara itu, Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Syaiful Wachid, membenarkan laporan atas dugaan intimidasi tersebut telah diterima kepolisian. 

“Laporan telah masuk ke Reskrim Limapuluh Kota,” singkat Syaiful. (WAN)

Baca Juga

Kecalakaan Pikap Kontra Minibus di Limapuluh Kota, 3 Orang Dilarikan ke RS
Kecalakaan Pikap Kontra Minibus di Limapuluh Kota, 3 Orang Dilarikan ke RS
Truk Masuk Jurang di Limapuluh Kota, Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit
Truk Masuk Jurang di Limapuluh Kota, Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit
Korban kecelakaan truk masuk jurang Kelok Sembilan saat menjalani perawatan medis. (Dok. Istimewa)
Kronologi Truk Colt Diesel Masuk Jurang Kelok Sembilan, Diduga Hilang Kendali Gegara Jalan Licin
Truk jenis colt diesel terjun ke jurang Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota. (Dok. Istimewa)
Truk Cold Diesel Masuk Jurang Kawasan Kelok Sembilan Limapuluh Kota, Dua Korban Luka-luka
Kronologi Remaja Perempuan Ditemukan Meninggal Diduga Bunuh Diri di Limapuluh Kota
Kronologi Remaja Perempuan Ditemukan Meninggal Diduga Bunuh Diri di Limapuluh Kota
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Mahasiswi UNP asal Sumsel ditemukan gantung diri di kamar kos, Minggu (6/2/2022).
Remaja Perempuan Diduga Bunuh Diri, Ditemukan Tergantung dalam Gudang di Limapuluh Kota