Cerita Pedagang Bendera Musiman Masih Bertahan Mengejar Cuan

Pedagang bendera mulai bertebaran di ruas jalan Kota Padang menyambut HUT RI ke-81.

Pedagang bendera mulai bertebaran di ruas jalan Kota Padang menyambut HUT RI ke-81.

LANGGAM.ID – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI), pedagang bendera mulai memenuhi sejumlah ruas jalan di Kota Padang. Namun, di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya pulih, usaha musiman ini masih sepi pembeli. 

Sejumlah pedagang mengaku minat masyarakat untuk membeli atribut kemerdekaan cenderung menurun, meski mereka tetap berharap penjualan akan meningkat mendekati 17 Agustus.

Salah seorang pedagang bendera musiman, Ririn (51), mengatakan penjualan atribut kemerdekaan mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun lalu. Menurutnya, minat masyarakat membeli bendera Merah Putih tidak lagi setinggi sebelumnya.

“Pada tahun kemarin pembeli benar-benar merosot dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Ririn yang telah berjualan bendera sejak 2001 mengaku tetap mempertahankan usahanya karena meski menurun, masih ada keuntungan yang didapat. Bersama suaminya, ia memproduksi sendiri bendera yang dijual, mulai dari membeli bahan hingga menjahitnya.

Meski penjualan menurun, usaha tersebut masih memberikan keuntungan. Namun, omzet yang diperoleh setiap hari tidak menentu, mulai dari tidak ada penjualan sama sekali hingga mencapai Rp3 juta jika ramai pembeli.

“Masih menguntungkan walau tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Selain penurunan pembeli, Ririn juga menghadapi kenaikan harga bahan baku. Harga kain sebagai bahan pembuatan bendera ikut meningkat sehingga biaya produksi menjadi lebih besar. Ia juga mengaku bahwa kenaikan harga ini merupakan dampak dari kenaikan harga plastic beberapa waktu lalu.

Hal senada juga disampaikan oleh pedagang bendera lainnya Ricky (40) yang baru pertama kali mencoba berjualan bendera pada tahun ini. 

Ia mengaku tertarik membuka usaha musiman tersebut setelah mendapat informasi dari temannya bahwa keuntungan penjualan bendera dapat mencapai sekitar 50 persen dari modal apabila penjualan sedang baik.

Meski baru memasuki hari kedua berjualan dan belum memperoleh pembeli, Ricky tetap optimistis. Ia meyakini penjualan akan meningkat memasuki awal Agustus, ketika masyarakat mulai mempersiapkan peringatan Hari Kemerdekaan.

“Sekarang masih sepi. Biasanya mulai ramai setelah tanggal 5 Agustus,” ujarnya.

Ricky mendatangkan stok bendera dari pemasok di Bandung dan membuka lapak di tiga lokasi yang dinilai strategis, yaitu Perempatan Tugu Adipura, Pasar Alai, dan depan Rumah Sakit M. Djamil. Ia berharap momentum menjelang 17 Agustus dapat meningkatkan penjualan. (Magang:Arinni, Reno, Anggun)

Baca Juga

Viral Tambang Ilegal Galugua, BEM Unand: Kejahatan Lingkungan Terorganisir
Viral Tambang Ilegal Galugua, BEM Unand: Kejahatan Lingkungan Terorganisir
Hallo Ketua, Salah Benar bukan Urusan Saya: Tol
Hallo Ketua, Salah Benar bukan Urusan Saya: Tol
Viral Tambang Ilegal di Galugua, Polisi: Setiap ke TKP Tidak Ada Orang 
Viral Tambang Ilegal di Galugua, Polisi: Setiap ke TKP Tidak Ada Orang 
angka kecelakaan Sumbar | 1 Calon Periwira Polisi di Sumbar Positif Covid-19
Polwan Polda Sumbar Korban Dugaan Pelecehan Seksual Mengaku Diancam dan Didesak Damai
Ancaman Kekeringan Pascabencana, Warga Berharap Perbaikan Irigasi Gunung Nago Cepat Selesai
Ancaman Kekeringan Pascabencana, Warga Berharap Perbaikan Irigasi Gunung Nago Cepat Selesai
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi
Jawaban Gubernur Atas Gugatan Warga Soal Bencana Sumbar, Bantah Lalai Kelola Lingkungan