Langgam.id – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat kembali menunjukkan tren positif. Berdasarkan pemantauan harga harian Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat pada Sabtu (25/7/2026), harga tertinggi mencapai Rp3.959,66 per kilogram.
Harga tertinggi tersebut dibayarkan oleh PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM) untuk kategori mitra swadaya. Sementara itu, harga terendah tercatat sebesar Rp3.180 per kilogram pada kategori nonmitra di PT Agro Wira Ligatsa (AWL). Data ini menjadi acuan bagi petani dan pelaku usaha sawit dalam memantau perkembangan harga di tingkat pabrik.
Selain mencatat harga TBS tertinggi, PT Rimbo Panjang Sumber Makmur juga menetapkan harga pembelian brondolan sebesar Rp3.700 per kilogram.
Untuk kategori mitra plasma, PT Bina Tani Nusantara (BTN) menawarkan harga tertinggi sebesar Rp3.959,66 per kilogram. Posisi berikutnya ditempati PT Agrowiratama dengan harga Rp3.810,92 per kilogram, sedangkan PT Gersindo, PT Andalas Agro Industri (AAI), dan PT Laras Internusa (LIN) masing-masing membeli TBS sebesar Rp3.754,06 per kilogram.
Pada kategori mitra swadaya, selain PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM) yang berada di posisi teratas dengan harga Rp3.959,66 per kilogram, PT Gunung Sawit Abadi (GSA) membeli TBS seharga Rp3.912,72 per kilogram. PT Sari Buah Sawit (SBS) dan PT Sawita Pasaman Jaya (SPJ) masing-masing menetapkan harga Rp3.480 per kilogram, sedangkan PT Agro Wira Ligatsa (AWL) sebesar Rp3.190 per kilogram.
Sementara itu, pada kategori nonmitra, harga pembelian TBS bervariasi di sejumlah perusahaan. PT Gunung Sawit Abadi (GSA) menawarkan harga Rp3.435 per kilogram, PTPN IV Regional IV Rp3.400 per kilogram, PT Berkat Sawit Sejahtera (BSS) Rp3.405 per kilogram, PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM) Rp3.368 per kilogram, serta PT Pasaman Marama Sejahtera (PMS) Rp3.265 per kilogram.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus mempublikasikan perkembangan harga TBS secara rutin sebagai bentuk transparansi informasi kepada petani. Dengan tersedianya data harga harian, petani diharapkan memiliki acuan dalam menentukan waktu penjualan hasil panen serta memperoleh harga yang lebih kompetitif. (HER)


