Langgam.id – Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menjadi wilayah terdampak cukup signifikan pascabencana hingga warga mengalami krisis air bersih. Saat ini, sebanyak 16 sumur bor dibutuhkan.
Belasan sumur bor yang dibutuhkan ini, melayani warga di 18 RW dan 72 RT. Namun, sampai sekarang baru sembilan titik sumur bor yang selesai dibangun.
Camat Kuranji, Rozaldi Rosman, mengatakan pembangunan sumur bor dilakukan melalui dukungan Baznas, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta pemerintah kota hingha pusat.
“Dari kebutuhan 16 sumur bor, baru sembilan yang selesai, sedangkan sisanya masih dalam tahap persiapan,” kata Rozaldi kepada Langgam.id, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan kedalaman sumur bor yang dibangun bervariasi, antara 20 hingga 40 meter. Hal itu disesuaikan dengan kondisi sumber air di setiap lokasi.
“Sumur bor dibangun di sejumlah fasilitas umum, seperti masjid, musala, dan sekolah. Air kemudian disalurkan menggunakan jaringan pipa agar dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Korong Gadang, Kasmaefendi, mengungkapkan hujan yang turun beberapa hari terakhir, mulai menambah debit air di sejumlah sumur bor. Namun, sebagian warga masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“Warga masih terdampak. Ada yang memanfaatkan sumur di musala, tetapi sebagian tidak mengambil air dari sumur bor karena lokasinya cukup jauh,” jelasnya.
Kasmaefendi membahkan, tahap pembangunan sumur bor telah berlangsung sekitar satu hingga dua bulan lalu.
“Warga berharap air dari sumur bor dapat dialirkan langsung ke rumah sehingga tidak perlu mengambil air ke lokasi,” ungkapnya.
Seorang warga Korong Gadang, Imam, mengaku masih menggunakan air dari sumur bor milik tetangga. Air dialirkan ke rumah menggunakan selang karena jaraknya hanya sekitar 10 hingga 15 meter.
“Terkadang BPBD juga mengirim bantuan air bersih dan mengisi tandon di depan rumah. Terakhir diisi minggu lalu. Setelah hujan, sumur bor juga terisi,” kata dia. (WAN)





