Langgam.id – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya kembali menunjukkan tren positif. Berdasarkan pembaruan harga harian Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Kamis (16/7/2026), harga pembelian tertinggi mencapai Rp3.912 per kilogram.
Harga tertinggi tersebut ditetapkan PT AWB (harga Disbun), sementara harga terendah tercatat di PT Incasi Pangian sebesar Rp3.260 per kilogram. Dengan demikian, terdapat selisih harga antarperusahaan mencapai Rp652 per kilogram.
Sementara itu, harga rata-rata TBS sawit di Dharmasraya berada di angka Rp3.432 per kilogram. Untuk harga brondolan, PT DSL menetapkan harga sebesar Rp3.700 per kilogram.
Pada kategori nonmitra, PT HKI dan PT DL sama-sama membeli TBS dengan harga Rp3.430 per kilogram. Selanjutnya PT DSL Rp3.410 per kilogram, PT SMP Rp3.310 per kilogram, PT Sak Timpeh Rp3.275 per kilogram, dan PT Incasi Pangian Rp3.260 per kilogram.
Adapun pada kategori mitra, PT AWB tetap menjadi perusahaan dengan harga tertinggi sebesar Rp3.912 per kilogram. Sementara PT HKI dan PT DL masing-masing menetapkan harga Rp3.430 per kilogram, PT DSL Rp3.410 per kilogram, PT SMP Rp3.310 per kilogram, PT Sak Timpeh Rp3.275 per kilogram, serta PT Incasi Pangian Rp3.260 per kilogram. PT TKA belum melaporkan harga pembelian TBS.
Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya mencatat seluruh delapan pabrik kelapa sawit (PKS) yang terdata telah menyampaikan laporan harga harian hingga pukul 08.00 WIB. Namun, dua PKS dilaporkan tidak menerima buah sawit dari masyarakat pada hari tersebut.
Kenaikan harga TBS di Dharmasraya juga sejalan dengan tren harga sawit di Sumatera Barat. Pada periode II Juli 2026, harga TBS sawit tingkat provinsi untuk tanaman umur 10–20 tahun naik menjadi sekitar Rp3.912,72 per kilogram.
Dengan harga yang terus membaik, diharapkan pendapatan petani sawit di Dharmasraya ikut meningkat dan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di daerah sentra perkebunan tersebut. (HER)



