Langgam.id— Penyidik Polda Sumatera Barat terus mendalami aktivitas yang dilakukan seorang siswa MAN 3 Padang berinisial R (17) sebelum insiden bom rakitan meledak di lingkungan sekolah. Pendalaman dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa, motif, hingga proses pembuatan bom rakitan yang diduga dipelajari secara otodidak.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan hingga saat ini penyidik telah memeriksa 12 orang saksi. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, yakni tujuh saksi pada hari pertama penyelidikan dan lima saksi tambahan pada Rabu (15/7/2026).
“Pemeriksaan saksi terus dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan. Sampai saat ini sudah ada 12 orang yang dimintai keterangan,” kata Susmelawati kepada Langgam.id, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, para saksi yang diperiksa berasal dari berbagai pihak yang mengetahui aktivitas maupun kondisi R sebelum kejadian. Mereka terdiri dari wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), kepala sekolah, orang tua, petugas keamanan sekolah, serta sejumlah siswa yang merupakan teman satu angkatan.
Susmelawati mengatakan penyidik saat ini masih fokus menelusuri aktivitas R sebelum insiden terjadi, termasuk bagaimana yang bersangkutan mempelajari cara merakit bom serta berbagai informasi lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.
“Pemeriksaan masih berlanjut. Penyidik mendalami apa yang dilakukan R sebelum kejadian, bagaimana ia belajar merakit bom, serta berbagai informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa ini,” ujarnya.
Selain itu, penyidik juga masih menelusuri dugaan perundungan yang diduga dialami R. Namun, hingga kini pemeriksaan terhadap para saksi belum mengarah pada identitas pihak yang diduga melakukan perundungan.
“Untuk hasil pemanggilan saksi belum ada ditemukan pelaku perundungan, karena penyidik masih berfokus pada pemulihan psikis anak,” katanya.
Di sisi lain, kepolisian bersama pemerintah daerah juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi R. Program rehabilitasi akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) guna membantu pemulihan kondisi psikologisnya agar dapat kembali menjalani kehidupan sosial secara normal.
Susmelawati menambahkan, penyidik juga masih mendalami barang bukti yang telah diamankan, termasuk sejumlah temuan di rumah R yang diduga berkaitan dengan proses perakitan bom.
“Hingga kini penyidikan masih terus berlanjut sembari melakukan rehabilitasi terhadap anak,” katanya. (HER)




