Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan resmi menjalin kerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) untuk memperkuat fungsi kawasan konservasi melalui pengembangan jalur pendakian Gunung Kerinci dari wilayah Solok Selatan, Sumatra Barat.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang berlaku selama empat tahun dan menjadi langkah strategis dalam membuka potensi wisata alam baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.
Bupati Solok Selatan Khairunas mengatakan, pengembangan jalur pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan merupakan bagian dari visi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pengembangan jalur pendakian melalui Solok Selatan tidak hanya menghadirkan destinasi wisata baru, tetapi juga memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, penyedia jasa wisata, homestay, hingga masyarakat di sekitar kawasan,” ujar Khairunas, dikutip Senin (13/7/2026).
Ia menegaskan, seluruh pengembangan akan dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi sesuai fungsi Taman Nasional Kerinci Seblat.
“Kami berkomitmen menjaga kelestarian kawasan TNKS. Pariwisata yang dikembangkan harus berbasis konservasi sehingga alam tetap terjaga, sementara masyarakat memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” katanya.
Berdasarkan ringkasan perjanjian kerja sama, ruang lingkup kerja sama meliputi pembangunan sarana dan prasarana penunjang wisata, peningkatan jalur pendakian, pengembangan sirkulasi kawasan, publikasi dan promosi wisata pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan, serta pemberdayaan masyarakat setempat.
Selain itu, kedua pihak akan menyusun Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan. Dokumen tersebut wajib disusun paling lambat tiga bulan setelah penandatanganan kerja sama. Apabila tidak disusun, perjanjian dapat dibatalkan oleh pihak pertama sesuai ketentuan yang disepakati.
Khairunas berharap kolaborasi tersebut menjadi momentum bagi Solok Selatan untuk semakin dikenal sebagai pintu alternatif pendakian Gunung Kerinci sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai destinasi ekowisata unggulan di Sumatera Barat.
“Sinergi antara pemerintah daerah, Balai Besar TNKS, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan kawasan ini. Kami optimistis kerja sama ini akan menghadirkan manfaat besar bagi kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Solok Selatan,” tutupnya. (HER)






