Langgam.id – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi, menyoroti masih banyaknya pohon-pohon pelindung yang dipaku untuk pemasangan baliho dan berbagai kepentingan lainnya. Aktivitas tersebut jelas merusak dan memperburuk kesehatan lingkungan.
Hal itu disampaikan Mahyeldi saat memberikan sambutan dalam kegiatan Gerakan Indonesia Asri (ASRI) 2026 bertema “Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat, Indonesia Hebat” di Lapangan Pantai Purus Cimpago, Padang, Jumat (10/7/2026).
Mahyeldi secara tegas meminta seluruh pihak menghentikan praktik memaku pohon karena merusak lingkungan.
“Makanya pohon-pohon ini nggak boleh dipaku-paku. Dulu pernah kita di Padang adakan gerakan mancabuik paku di pohon-pohon. Ini mau Pemilu dipaku-paku batang kayu,” katanya dengan nada tinggi.
Gubernur Sumbar dua periode itu meminta agar segera dilakukan sosialisasi kepada seluruh pihak, termasuk partai politik, masyarakat, dan para pedagang. Tujuannya satu yakni agar tidak lagi memaku pohon.
“Kirimi surat kepada ketua partai-partai politik, masyarakat dan pedagang semuanya. pohon tidak boleh dipaku,” tegasnya lagi.
Selain menyoroti pohon yang dipaku, Mahyeldi juga mengingatkan pedagang untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan.
“Pedagang ini, jangan berjualan saja yang mau, tapi menjaga kebersihan tidak. Menjaga kebersihan ini tanggung jawab semua, bukan tanggung jawab petugas saja,” tuturnya.
Gerakan Indonesia Asri merupakan program yang sejalan dengan nilai-nilai agama sekaligus menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, dalam membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.
Mahyeldi menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari ibadah dan bentuk kepedulian bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan membahagiakan masyarakat.
“Program ASRI sangat selaras dengan ajaran agama dan kebijakan pemerintah pusat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus menjadi bagian dari gerakan ini. Jika dilaksanakan dengan baik, gerakan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menghadirkan kenyamanan dan kebahagiaan bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dinilai berdampak pada besarnya anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah setiap tahun. (ICA)






