Transisi Energi, KAI Divre II Sumbar Bertahap Gunakan Biodiesel B50

Langgam.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mulai menerapkan penggunaan biodiesel B50 pada sarana perkeretaapian berbasis diesel sebagai bagian dari dukungan terhadap program transisi energi nasional. Penerapan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan implementasi ini merupakan tindak lanjut atas kebijakan pemerintah yang mulai memberlakukan mandatori biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026.

“KAI Divre II Sumbar mendukung penuh implementasi mandatori biodiesel B50 sebagai bagian dari transformasi sektor transportasi menuju energi yang lebih bersih. Seluruh sarana diesel telah dipersiapkan melalui serangkaian pengujian teknis dan evaluasi operasional,” kata Reza, dikutip Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan biodiesel B50 telah mulai diterapkan pada KRD Minangkabau Ekspres dan Lokomotif CC 2018352 sejak 7 Juli 2026. Selanjutnya, penggunaan bahan bakar tersebut akan diperluas secara bertahap ke seluruh sarana diesel yang beroperasi di wilayah Divre II Sumbar sesuai kesiapan teknis dan ketersediaan pasokan.

Menurut Reza, sebelum implementasi dilakukan, PT KAI bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melaksanakan uji terap penggunaan biodiesel B50 pada sarana perkeretaapian berbasis diesel.

Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan performa mesin, stabilitas pembakaran, konsumsi bahan bakar, hingga kondisi komponen utama tetap memenuhi standar keselamatan operasional.

Selain itu, pada kereta pembangkit juga dilakukan pengujian terhadap performa generator, efisiensi konsumsi bahan bakar, kualitas emisi, kondisi filter, serta ketahanan operasi agar pasokan listrik selama perjalanan tetap optimal.

“Kami menerapkan setiap tahapan implementasi secara terukur melalui pengujian, pemantauan, dan evaluasi berkelanjutan. Hal ini penting agar penggunaan biodiesel B50 tetap memenuhi standar keselamatan operasional sekaligus menjaga keandalan sarana dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Reza menambahkan, penerapan B50 merupakan kelanjutan dari penggunaan biodiesel B35 dan B40 yang sebelumnya telah diterapkan di lingkungan PT KAI. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mengoptimalkan penggunaan B50 secara bertanggung jawab.

Selain mendukung ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan energi nabati berbasis sumber daya dalam negeri, penggunaan biodiesel B50 juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi karbon di sektor transportasi.

“KAI Divre II Sumbar akan terus mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan transportasi yang berkelanjutan. Melalui penerapan biodiesel B50, kami ingin memastikan setiap perjalanan kereta api tidak hanya aman dan andal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap upaya menjaga lingkungan dan mendukung masa depan energi Indonesia yang lebih hijau,” tutup Reza.(HER)

Tag:

Baca Juga

Jelang Berakhirnya Libur Sekolah, KAI Sumbar Sediakan 18 Ribu Tiket Kereta Lokal
Jelang Berakhirnya Libur Sekolah, KAI Sumbar Sediakan 18 Ribu Tiket Kereta Lokal
Libur Sekolah, KAI Sumbar Catat Penumpang KA Lokal Tembus 10 Ribu Lebih per Hari
Libur Sekolah, KAI Sumbar Catat Penumpang KA Lokal Tembus 10 Ribu Lebih per Hari
170 Anak Yatim Ikuti Muharam Fest Bersama KAI Sumbar di Pantai Gandoriah
170 Anak Yatim Ikuti Muharam Fest Bersama KAI Sumbar di Pantai Gandoriah
Semester I 2026, KAI Sumbar Salurkan Dana CSR Lebih dari Rp285 Juta
Semester I 2026, KAI Sumbar Salurkan Dana CSR Lebih dari Rp285 Juta
KAI Divre II Sumbar Tuntaskan Penutupan 35 Perlintasan Liar
KAI Divre II Sumbar Tuntaskan Penutupan 35 Perlintasan Liar
KAI Sumbar Catat Okupansi Penumpang KA Pariaman Ekspres Capai 158 Persen saat Puncak Festival Tabuik
KAI Sumbar Catat Okupansi Penumpang KA Pariaman Ekspres Capai 158 Persen saat Puncak Festival Tabuik