Hampir Sebulan Pindah ke Lokasi Relokasi, Pedagang Pujasera Ngaku Omzet Belum Normal

Hampir Sebulan Pindah ke Lokasi Relokasi, Pedagang Pujasera Ngaku Omzet Belum Normal

Kawasan relokasi pedagang pujasera di lapangan panjat tebing sepi pembeli. (Foto: Fajar Hadiansyah/langgam.id)

Langgam.id – Hampir satu bulan setelah dipindahkan ke lokasi relokasi yakni di kawasan Panjat Tebing, sejumlah pedagang pujasera GOR Haji Agus Salim Padang mengaku omzet penjualan belum kembali normal, Kamis (9/7/2026).

Minimnya pengunjung, membuat pendapatan mereka turun dibanding saat masih berjualan di awal.  

Seorang pedagang, Yetti, mengaku baru tiga hari kembali berjualan di lokasi relokasi setelah menyelesaikan pembangunan gerai barunya. Untuk membangun lapak baru, ia menghabiskan modal sekitar Rp3 juta yang dipinjam dari anaknya.

“Saya mulai lagi dari nol. Modal bangun gerai sekitar Rp3 juta, pinjam dari anak. Sempat kesal juga karena tukang bangun tidak profesional, jadi pengerjaannya lama,” katanya, Kamis (9/7/2026). 

Yetti menjual aneka minuman dan makanan ringan itu menyebutkan, pendapatannya masih belum menentu sejak pindah. Bahkan dalam sehari, ia mengaku hanya memperoleh omzet sekitar Rp20 ribu.

Sebelumnya, Yetti berjualan di dekat Sekretariat Perahu kawasan GOR Haji Agus Salim. Selain hasil berjualan, ia juga memperoleh tambahan penghasilan dari menjaga toilet umum.

“Kalau dulu, walaupun jualan sepi masih ada pemasukan dari toilet sekitar Rp30 ribu sampai Rp50 ribu per hari. Apalagi kalau ada kegiatan di GOR,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang soto, Nirawati. Ia mengaku sudah hampir 20 hari berjualan di lokasi baru, tetapi omzet yang diperoleh masih jauh dari harapan.

Menurut Nirawati, pendapatannya saat ini berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari. Bahkan pada hari-hari tertentu, omzetnya belum mencapai Rp100 ribu.

“Hari ini saja belum sampai Rp100 ribu. Memang belum stabil sejak pindah ke sini,” katanya.

Ia menilai turunnya omzet dipengaruhi sepinya kawasan GOR Haji Agus Salim. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengira kawasan tersebut ditutup sehingga belum mengetahui lokasi baru para pedagang.

“Orang mungkin mengira GOR sudah tutup, jadi belum tahu kalau pedagang pindah ke sini,” ujarnya.

Meski pendapatan belum kembali normal, Nirawati tetap bersyukur usahanya masih berjalan dan masih bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Alhamdulillah, setidaknya masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya. (WAN) 

Baca Juga

PKL Kembali Berjualan di Trotoar Saat Pembongkaran GOR Haji Agus Salim
PKL Kembali Berjualan di Trotoar Saat Pembongkaran GOR Haji Agus Salim
Melihat Proses Pembongkaran GOR Haji Agus Salim Padang
Melihat Proses Pembongkaran GOR Haji Agus Salim Padang
CFD Tetap Ramai Meski GOR Agus Salim Padang Ditutup, Warga Dukung Rekonstruksi Stadion
CFD Tetap Ramai Meski GOR Agus Salim Padang Ditutup, Warga Dukung Rekonstruksi Stadion
Pedagang Terdampak Rekonstruksi GOR Agus Salim Dapat Lapak Baru 3x4 Meter 
Pedagang Terdampak Rekonstruksi GOR Agus Salim Dapat Lapak Baru 3×4 Meter 
Aktivitas di GOR Haji Agus Salim Masih Normal Jelang Rekonstruksi, Pedagang Menunggu Kepastian
Aktivitas di GOR Haji Agus Salim Masih Normal Jelang Rekonstruksi, Pedagang Menunggu Kepastian
Stadion H. Agus Salim
Rekonstruksi GOR Agus Salim Ditarget Rampung dalam 18 Bulan, Anggaran Capai Rp340 Miliar