Langgam.id – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padang dalam beberapa hari terakhir mengalami kepadatan parah.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Syani, menyebut gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) akibat perbaikan Jembatan Padang-Panian menjadi salah satu penyebab utama terjadinya antrean tersebut.
Menurut Yudi, saat ini truk pengangkut BBM dari kawasan Bungus menuju berbagai SPBU di Kota Padang harus melewati jembatan darurat karena Jembatan Padang-Panian sedang dalam tahap perbaikan.
Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di lokasi menjadi tersendat. Pasalnya, jembatan darurat yang tersedia hanya dapat dilalui satu arah sehingga diberlakukan sistem buka-tutup kendaraan.
“Truk-truk pengangkut BBM mengalami keterlambatan karena terjebak kemacetan di sekitar lokasi perbaikan jembatan. Saat ini kendaraan hanya bisa melintas melalui jembatan darurat dengan sistem satu jalur dan buka-tutup,” ujarnya kepada Langgam.id, Sabtu (4/7/2026)
Ia menjelaskan, keterlambatan distribusi BBM tersebut berdampak langsung terhadap pasokan di sejumlah SPBU, sehingga memicu antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dishub Kota Padang berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) serta Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat guna mempercepat penambahan jembatan darurat di lokasi proyek.
Menurutnya, keberadaan satu jembatan darurat tidak lagi memadai untuk menampung volume kendaraan yang melintas setiap hari, terutama kendaraan logistik dan truk pengangkut BBM yang memiliki peran vital dalam menjaga ketersediaan energi masyarakat.
“BBM merupakan kebutuhan yang sangat vital. Karena itu, kami mengusulkan agar dibangun tambahan jembatan darurat sehingga tersedia dua jalur yang dapat digunakan secara bersamaan. Dengan begitu, arus lalu lintas tidak lagi bergantung pada sistem buka-tutup,” katanya.
Ia menegaskan bahwa opsi rekayasa lalu lintas tidak memungkinkan diterapkan karena ruas jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang dapat digunakan kendaraan dari dan menuju kawasan Bungus.
“Karena ini merupakan jalur satu-satunya, rekayasa lalu lintas tidak bisa menjadi solusi. Upaya yang paling efektif saat ini adalah menambah jembatan darurat agar arus kendaraan dapat berjalan lebih lancar,” ujarnya. (HER)






