Langgam.id – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya mengalami penurunan pada Kamis (2/7/2026). Harga tertinggi yang diterima petani kini berada di level Rp3.754 per kilogram di PT AWB (harga Disbun), turun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp3.789 per kilogram.
Berdasarkan data harian Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, harga tertinggi TBS turun Rp35 per kilogram dari posisi sebelumnya. Sementara harga brondolan juga mengalami penurunan dari Rp3.800 menjadi Rp3.700 per kilogram di PT DSL.
Harga terendah tercatat di PT Incasi Pangian sebesar Rp3.225 per kilogram. Dengan demikian, selisih harga tertinggi dan terendah mencapai Rp529 per kilogram.
Rata-rata harga TBS yang diterima petani di Dharmasraya pada 2 Juli 2026 berada di angka Rp3.383 per kilogram.
Untuk kategori nonmitra, PT HKI dan PT DL membeli TBS seharga Rp3.390 per kilogram, disusul PT DSL Rp3.380 per kilogram, PT SMP Rp3.290 per kilogram, PT Sak Timpeh Rp3.255 per kilogram, serta PT Incasi Pangian Rp3.225 per kilogram.
Sementara untuk pabrik mitra, PT AWB masih menjadi pembeli dengan harga tertinggi sebesar Rp3.754 per kilogram. Harga di PT HKI dan PT DL masing-masing Rp3.390 per kilogram, PT DSL Rp3.380 per kilogram, PT SMP Rp3.290 per kilogram, PT Sak Timpeh Rp3.255 per kilogram, dan PT Incasi Pangian Rp3.225 per kilogram.
Dinas Pertanian Dharmasraya mencatat seluruh delapan pabrik kelapa sawit (PKS) yang terdata telah melaporkan harga TBS hingga pukul 08.00 WIB. Namun, dua PKS dilaporkan tidak menerima buah dari masyarakat pada hari tersebut.
Penurunan harga ini mengakhiri tren penguatan yang terjadi pada pekan sebelumnya, ketika harga tertinggi TBS sempat menyentuh Rp3.789 per kilogram di PT AWB. (HER)




