Cerita Sopir Truk Memilih Terpuruk ke Parit  Hindari Tabrakan di Sitinjau Lauik

Langgam.id- Di tengah kemacetan panjang yang terjadi di jalur Sitinjau Lauik, Senin (29/6/2026) sore, seorang sopir truk box memilih membanting setir ke arah parit demi menghindari kecelakaan yang lebih besar.

Sopir truk tersebut, Irwan (50), mengatakan peristiwa itu bermula ketika truk yang dikemudikannya terjebak macet selama sekitar empat jam di jalur Padang–Solok. 

Selama kemacetan, kendaraan hanya bergerak beberapa meter lalu kembali berhenti.

“Awalnya rem truk tidak ada masalah. Tapi karena macet berjam-jam, saya jalan sedikit lalu berhenti lagi. Saat sampai di Pendakian Tunggu, saya harus menunggu sekitar dua jam untuk memberi jalan kendaraan dari bawah,” kata Saifullah kepada Langgam.id.

Ia menjelaskan, setelah mendapat giliran melaju, angin rem truk mulai berkurang. Akibatnya, rem tidak mampu menahan laju kendaraan secara maksimal.

“Remnya masih ada, tapi kurang menahan karena angin rem sudah tekor. Saya terus menginjak rem, truk jalannya pelan, tapi tidak bisa berhenti total,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Irwan mengaku mengambil keputusan saat melihat parit tersebut cocok untuk berhenti. 

Ia memilih membelokkan truk ke arah kanan hingga masuk ke dalam parit, di dekat Simpang Panorama II agar tidak menabrak kendaraan lain.

“Saya langsung banting setir ke kanan. Daripada mencelakai kendaraan lain, lebih baik truk saya masuk parit. Kebetulan saat itu kendaraan dari arah bawah sedang sepi,” katanya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Truk yang dikemudikannya merupakan kendaraan keluaran tahun 2021 dan masih memiliki izin uji berkala (KIR) yang terdaftar di Bukittinggi.

“Kir hidup, terbitnya di wilayah Bukittinggi,” kayatanya.

Saat kejadian, truk tersebut mengangkut sekitar 15 ton barang ekspedisi dari Medan menuju gudang pembongkaran di kawasan belakang Tangsi, Kota Padang.

“Muatan 15 ton, muat di Medan bogkar di Tangsi,” katanya.

Irwan telah berprofesi sebagai sopir sejak tahun 1997, saat dirinya baru tamat kuliah di kampus pertanian Payakumbuh. Saat itu ia mendapat tawaran bekerja sebagai sopir, di sebuah perusahaan rokok.

“Truk yang kini, baru dua tahun saya kemudikan. Yang punya truk karib kerabat,” katanya.

Pria kelahiran Palembayan Agam itu, mengaku bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Yang penting tidak ada orang yang jadi korban. Kendaraan masih bisa diperbaiki,” katanya. (fix)

Baca Juga

Cerita Pengendara Terjebak Macet di Sitinjau Lauik Selama 12 Jam
Cerita Pengendara Terjebak Macet di Sitinjau Lauik Selama 12 Jam
Macet Horor di Sitinjau Lauik: Pengendara Terjebak, Kendaraan Mengular Capai 8 Km
Macet Horor di Sitinjau Lauik: Pengendara Terjebak, Kendaraan Mengular Capai 8 Km
Polisi Beberkan Pemicu Macet di Sitinjau Lauik: 4 Truk Rusak, Sistem Buka Tutup
Polisi Beberkan Pemicu Macet di Sitinjau Lauik: 4 Truk Rusak, Sistem Buka Tutup
Truk Tronton Rusak, Arus Lalu Lintas di Sitinjau Lauik Sistem Buka Tutup
Truk Tronton Rusak, Arus Lalu Lintas di Sitinjau Lauik Sistem Buka Tutup
Penjelasan BNN Soal Penggerebekkan Gudang Sabu di Kota Padang
Penjelasan BNN Soal Penggerebekkan Gudang Sabu di Kota Padang
Sensus Ekonomi Harus Jadi Data Akurat untuk Fondasi Kebijakan Pembangunan Sumbar
Sensus Ekonomi Harus Jadi Data Akurat untuk Fondasi Kebijakan Pembangunan Sumbar