Langgam.id – Keluarga menilai adanya kejanggalan terkait meninggalnya IPP (32), seorang guru laki-laki berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di mes personel kepolisian di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar).
Orang tua IPP, Asna (56), mengungkapkan sejumlah hal yang menurut keluarga menimbulkan pertanyaan terkait peristiwa tersebut. Keluarga pertama kali menerima informasi dari pihak kepolisian pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Saat itu, keluarga diberitahu bahwa IPP dalam kondisi pingsan dan diminta datang ke lokasi untuk melihat kondisinya.
“Pada Minggu sekitar pukul 04.00 WIB kami diberitahu oleh aparat kepolisian bahwa anak kami pingsan. Namun setelah sampai di lokasi ternyata korban sudah meninggal dunia,” ujarnya, Senin (29/6/2026)
Menurutnya, saat keluarga tiba di lokasi kejadian, sejumlah fasilitas dan kendaraan kepolisian telah berada di sekitar mes tempat korban ditemukan.
“Kami diberitahu oleh dua orang dari pihak kepolisian. Sesampai di lokasi, kami melihat sudah ada mobil Inafis Polri, ambulans dan kendaraan kepolisian yang siaga di lokasi,” katanya. Hal ini menilai ini menimbulkan pertanyaan bagi,” katanya.
Asna juga mempertanyakan kondisi tempat kejadian perkara yang menurut pengamatannya belum dipasangi garis polisi saat keluarga tiba di lokasi.
Ia menilai situasi di lokasi saat itu menimbulkan kesan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sebelum keluarga datang.
“Intinya, saat keluarga datang ke mes polisi untuk melihat (korban), menurut kami semuanya sudah seperti dipersiapkan,” ujarnya.
Sementara itu, hingga kini penyebab pasti kematian IPP masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian. (WAN)






