Langgam.id – Memasuki hari kedua pelaksanaan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026–2027 untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), sejumlah orang tua calon peserta didik di Kota Padang masih mengalami berbagai kendala mengakses website.
Pada Selasa (23/6/2026), para orang tua mengaku mengalami masalah teknis saat mengakses laman pendaftaran yang disediakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang.
Kendala tersebut di antaranya tidak munculnya seluruh pilihan jalur pendaftaran, hingga gangguan sistem yang membuat proses pendaftaran tidak dapat dilanjutkan.
Dalam pelaksanaan SPMB SMP tahun ajaran 2026-2027, tersedia tiga jalur pendaftaran, yakni jalur domisili, jalur afirmasi, dan jalur prestasi. Namun, sejumlah orang tua mengaku tidak dapat melihat seluruh pilihan jalur tersebut saat masuk ke sistem.
Salah seorang orang tua calon peserta didik, Yati (43), mengatakan ketika ia melakukan login ke sistem pendaftaran, terkadang hanya dua jalur yang muncul di layar.
“Di website ada tiga pilihan jalur. Namun, ketika kami login, terkadang hanya dua jalur yang muncul,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Selain itu, ia juga mengeluhkan adanya gangguan pada sistem setelah berhasil masuk ke akun pendaftaran. Akibatnya, pilihan jalur yang hendak dipilih tidak dapat diklik sehingga proses pendaftaran terhambat.
“Setelah login, website sering mengalami eror. Pilihan jalurnya juga tidak bisa diklik,” katanya.
Permasalahan lain yang turut dikeluhkan para orang tua adalah kesulitan mengubah atau menghapus data ketika terjadi kesalahan dalam pemilihan jalur pendaftaran. Kondisi tersebut membuat mereka tidak dapat memperbaiki data secara mandiri melalui sistem.
Karena berbagai kendala itu, sejumlah orang tua memilih mendatangi langsung kantor Disdikbud Kota Padang untuk memperoleh informasi dan memastikan proses pendaftaran anak mereka dapat berjalan dengan baik.
Keluhan serupa disampaikan orang tua calon peserta didik lainnya, Yuni (36). Menurutnya, informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa semakin cepat melakukan pendaftaran, semakin besar peluang diterima melalui jalur yang diinginkan.
Dengan kondisi demikian, membuat para orang tua merasa khawatir ketika sistem pendaftaran mengalami gangguan.
“Tentu kondisi ini menimbulkan kepanikan. Karena itu kami terpaksa datang langsung ke Disdikbud untuk memastikan informasi yang sebenarnya,” ujarnya.
Mereka berharap Disdikbud Kota Padang dapat menyediakan solusi alternatif apabila gangguan sistem masih terus terjadi. Salah satu opsi yang diusulkan adalah membuka layanan pendaftaran secara langsung atau offline.
“Kami tentu panik. Kami khawatir anak-anak tidak bisa diterima di sekolah negeri atau sekolah yang diinginkan karena kendala sistem ini,” tegasnya.
Saat Langgam.id mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Yopi Krislova, namun belum ada tanggapan. (WAN)






