Pemprov Sumbar Tegaskan Gubernur Mahyeldi ke Jepang Diundang Bank Asia, Pergi Tanpa Uang APBD

Pemprov Sumbar Tegaskan Gubernur Mahyeldi ke Jepang Diundang Bank Asia, Pergi Tanpa Uang APBD

Gubernur Sumbar Mahyeldi. (Foto: Adpim Sumbar)

Langgam.id – Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Nolly Eka Mardianto, menegaskan kunjungan Gubernur Mahyeldi ke Jepang tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Nolly mengungkapkan, seluruh biaya perjalanan telah ditanggung oleh pihak Asian Development Bank (ADB). Kunjungan tersebut dilakukan gubernur untuk memenuhi undangan bank tersebut.  

“Ada dua provinsi yang diundang di Indonesia, yakni Sumbar dan Jakarta, dari tanggal 15 hingga 20 Juni 2026,” katanya kepada Langgam.id, Rabu (17/6/2026).

Baca juga:

Kata Nolly, terpilihnya Sumbar dan DKI Jakarta tidak terlepas dari komitmen kedua daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Termasuk pengembangan energi panas bumi dan ekonomi hijau (green economy).

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar selama ini aktif mencari alternatif sumber pembiayaan pembangunan yang tidak hanya bergantung pada APBD maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kita salah satu provinsi yang mencari sumber pembiayaan pembangunan yang tidak dari APBD dan APBN, tetapi melalui obligasi yang bersifat syariah. Atas dasar itu, ADB menilai Sumbar sebagai salah satu provinsi yang memiliki komitmen terhadap ekonomi hijau,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, lanjut Nolly, Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempresentasikan berbagai program dan strategi pembangunan daerah di hadapan ADB. 

Pemprov Sumbar berharap forum tersebut dapat membuka peluang kerja sama dan dukungan pendanaan pembangunan dari lembaga internasional tersebut.

“Kita berharap ADB dapat meluncurkan anggaran untuk pembangunan daerah. Di tengah ruang fiskal yang relatif sempit dan kondisi efisiensi saat ini, ada peluang sumber pembiayaan pembangunan lainnya yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Selama berada di Jepang, diketahui Mahyeldi dijadwalkan memaparkan berbagai capaian pembangunan, termasuk rencana pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta dokumen perencanaan lainnya.

Presentasi ini diharapkan dapat meyakinkan ADB untuk mendukung berbagai program pembangunan di Sumatera Barat, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

“Dengan harapan ADB tertarik dan dapat menyalurkan dana pembangunan untuk Sumatera Barat yang terkait dengan ekonomi hijau,” pungkasnya. (WAN) 

Baca Juga

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa penanganan dampak bencana hidrometeorologi tidak boleh dibebankan
Pemberantasan Tambang Ilegal, Gubernur Mahyeldi: Tak Cukup Penindakan Aparat, Perlu Peran Serta Masyarakat
Inovasi Jadi Ukuran Kinerja, Mahyeldi Minta Tiap Pejabat Ciptakan Minimal Satu Program Baru
Inovasi Jadi Ukuran Kinerja, Mahyeldi Minta Tiap Pejabat Ciptakan Minimal Satu Program Baru
Gubernur Mahyeldi Resmikan Rumah Tahfiz Baitul Huffazh di Tanah Datar
Gubernur Mahyeldi Resmikan Rumah Tahfiz Baitul Huffazh di Tanah Datar
Gubernur Mahyeldi: Idul Adha Momentum Meneguhkan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial
Gubernur Mahyeldi: Idul Adha Momentum Meneguhkan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa penanganan dampak bencana hidrometeorologi tidak boleh dibebankan
Gubernur Mahyeldi Berang Soal Abu Janda Sebut Warga Sumbar Suku Barbar, Minta Polisi Bertindak 
Gubernur Mahyeldi Ingatkan Peran Panghulu Bentengi Generasi Muda dari Degradasi Moral
Gubernur Mahyeldi Ingatkan Peran Panghulu Bentengi Generasi Muda dari Degradasi Moral