BPR Sumbar Salurkan Kredit dan Pembiayaan Rp2,26 Triliun, 70,99 Persen ke UMKM

BPR Sumbar Salurkan Kredit dan Pembiayaan Rp2,26 Triliun, 70,99 Persen ke UMKM

Uang rupiah. [Foto: pixabay]

Langgam.id – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Sumatera Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga Maret 2026, total kredit dan pembiayaan yang disalurkan BPR konvensional maupun syariah di Sumbar mencapai Rp2,26 triliun.

Kepala OJK Sumatera Barat, Roni Nazra, mengatakan sebagian besar pembiayaan tersebut mengalir ke sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Dari total kredit dan pembiayaan yang disalurkan BPR, sebanyak 70,99 persen diberikan kepada pelaku UMKM. Ini menunjukkan peran strategis BPR dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan mendukung pertumbuhan usaha produktif di daerah,” kata Roni dalam keterangan dikutip Langgam.id, Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan data OJK Sumbar, penyaluran kredit dan pembiayaan BPR hingga Maret 2026 tercatat tumbuh 1,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Selain penyaluran kredit yang terus meningkat, kinerja BPR juga ditopang pertumbuhan aset dan penghimpunan dana masyarakat. Total aset BPR di Sumbar tercatat mencapai Rp2,93 triliun atau tumbuh 7,17 persen secara tahunan.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,11 triliun atau meningkat 7,20 persen dibandingkan Maret 2025.

Roni menilai, pertumbuhan tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BPR masih terjaga sekaligus mencerminkan kemampuan lembaga keuangan tersebut dalam menjalankan fungsi intermediasi.

Menurutnya, keberadaan BPR sangat penting karena memiliki kedekatan dengan masyarakat dan pelaku usaha kecil yang sering kali membutuhkan akses pembiayaan yang lebih mudah dan cepat.

“Peran BPR dalam mendukung UMKM sangat signifikan. Ke depan, kami berharap kapasitas dan daya saing BPR terus meningkat sehingga dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai daerah,” ujarnya.

Secara umum, sektor jasa keuangan di Sumatera Barat hingga kuartal I 2026 masih menunjukkan kinerja positif. Kondisi tersebut turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang pada triwulan I 2026 tercatat tumbuh 5,02 persen secara tahunan.

OJK Sumbar memastikan akan terus mendorong penguatan industri jasa keuangan, termasuk BPR, agar semakin berkontribusi terhadap pengembangan UMKM dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Sumatera Barat. (HER)

Tag:

Baca Juga

BPR di Sumbar
Kuartal I 2026: Aset BPR Sumbar Capai Rp2,93 Triliun
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi mengungkapkan bahwa Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo)
Perbarindo Dinilai Berperan Dorong UMKM Naik Kelas Lewat BPR dan BPRS
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melakukan evaluasi dan menetapkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk periode reguler II Mei 2025.
Jaga Stabilitas Keuangan dan Perbankan, LPS Sesuaikan Tingkat Bunga Penjaminan
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah membayarkan Rp10,4 miliar uang simpanan nasabah, usai izin usaha tiga BPR di Sumbar dicabut OJK.
3 BPR di Sumbar Bangkrut, LPS Bayar Simpanan Nasabah Rp10,4 Miliar
Izin Usaha BPR Pakan Rabaa Dicabut, LPS Siapkan Pembayaran Simpanan Nasabah
Izin Usaha BPR Pakan Rabaa Dicabut, LPS Siapkan Pembayaran Simpanan Nasabah
Dampak Covid-19 sumbar
OJK Cabut Izin BPR Pakan Rabaa Solok Selatan