BGN Bakal Batasi Jumlah Dapur MBG, Pemko Padang Pastikan 72 SPPG Tetap Beroperasi

BGN Bakal Batasi Jumlah Dapur MBG, Pemko Padang Pastikan 72 SPPG Tetap Beroperasi

Salah satu dapur SPPG di Kota Padang. (Foto: Fajar Hadiansyah/Langgam.id)

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang memastikan seluruh dapur program makan bergizi gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi masih berjalan normal pada Selasa (9/6/2026). 

Hingga saat ini, belum ada laporan terkait penutupan SPPG di Kota Padang, meskipun sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) resmi melakukan moratorium dan membatasi jumlah dapur maksimal enam unit per kecamatan.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, mengatakan saat ini terdapat 72 dapur SPPG yang telah beroperasi melayani masyarakat dan sekolah penerima manfaat. Menurutnya, pelaksanaan program masih berlangsung sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Hingga hari ini masih normal. Sebanyak 72 dapur SPPG sudah beroperasi dan belum ada laporan penutupan dapur di Kota Padang,” kata Raju kepada Langgam.id, Selasa (9/6/2026).

Raju menjelaskan belum ada dampak yang dirasakan di Kota Padang, terkait kebijakan pusat tersebut. Pemerintah Kota Padang, kata dia, hanya berperan memfasilitasi dan mendorong percepatan pelaksanaan program MBG, sementara kebijakan teknis sepenuhnya menjadi kewenangan BGN.

“Posisi pemerintah daerah adalah memfasilitasi dan mendorong agar program ini cepat tumbuh dan mencapai target yang telah ditetapkan. Untuk kebijakan teknis, itu berada di bawah kewenangan BGN,” ujarnya.

Pemko Padang tetap akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan program berjalan optimal. Raju menegaskan, hingga saat ini seluruh dapur yang telah beroperasi masih melayani penerima manfaat dan tidak ada laporan penghentian operasional. 

“Kami belum menerima laporan adanya dapur yang tutup. Sampai hari ini seluruh dapur yang sudah beroperasi masih berjalan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang pekerja di dapur SPPG di kawasan Anduriang, Ririn, mengakui aktivitas berjalan normal. Hanya saja ada pengurangan penerima manfaat, karena beberapa sekolah libur.

“Untuk penerima manfaat ada 2.835 orang dari sekolah, ibu menyusui, dan hamil. Namun sekarang 1.200 orang karena ada sejumlah sekolah libur,” katanya. (WAN) 

Baca Juga

Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UM Sumbar) mengalokasikan dana beasiswa senilai Rp6,3 miliar untuk tahun ajaran 2023/2024
MBG di Ranah Minang: Gizi Gratis, Adat Tergadai
Rendang: Dari Dapur, Laboratorium dan Kelas Inspirasi Pembelajaran Berbasis Etnosain dan VR
Rendang: Dari Dapur, Laboratorium dan Kelas Inspirasi Pembelajaran Berbasis Etnosain dan VR
Pemko Padang Panjang menggelar rapat evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balai Kota pada Jumat (10/10/2025).
Evaluasi MBG di Padang Panjang, Pemko Tekankan Kepatuhan SOP dan Sinergi Instansi
Junaedi (28) terpaksa 'gantung panci' sebagai koki akibat pandemi Covid-19. Restoran di bilangan Sentul, Kabupaten Bogor, melepasnya karena
Junaedi Jadi Koki Lagi Berkat MBG, Dulu Sempat “Gantung Panci” dan Nganggur Imbas Covid-19
Mantan Sales Promotion Girl (SPG), Niki mengaku sangat terbantu dengan adanya lapangan kerja baru dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sempat Nganggur dan Kini Bekerja di SPPG, Mantan SPG Harap MBG Berkelanjutan
Usaha milik Ifta Bintan berkembang pesat sejak dipercaya memasok ikan segar untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG
UMKM Pemasok Ikan di Tangerang Selatan Berkembang Pesat Berkat Program BMG