Langgam.id — PT Bank Nagari telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp700 miliar hingga Mei 2026. Penyaluran tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung pemulihan dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk melalui program KUR dengan bunga 0 persen bagi daerah terdampak bencana.
Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, mengatakan realisasi penyaluran KUR tersebut baru sekitar 43,75 persen dari total pagu yang diberikan kepada Bank Nagari pada tahun ini sebesar Rp1,6 triliun.
“Hingga Mei 2026, penyaluran KUR Bank Nagari sudah mencapai sekitar Rp700 miliar. Artinya masih tersedia ruang yang cukup besar bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan program ini hingga akhir tahun,” ujar Hafid dalam konferensi pers di Padang, Kamis (4/6/2026) lalu.
Menurut Hafid, salah satu program yang saat ini mendapat perhatian masyarakat adalah KUR dengan bunga 0 persen yang diberikan pemerintah bagi pelaku usaha di daerah terdampak bencana, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Program tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mempercepat pemulihan usaha tanpa terbebani biaya bunga pinjaman.
“KUR bunga 0 persen ini masih tersedia. Kami mengajak masyarakat dan pelaku UMKM yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkannya karena program ini akan berlangsung hingga Desember 2026,” katanya.
Ia menjelaskan, pembiayaan murah tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk menambah modal kerja, memperluas usaha, maupun meningkatkan kapasitas produksi di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Bank Nagari, lanjut Hafid, terus mendorong perluasan akses pembiayaan kepada sektor produktif karena UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah.
Komitmen tersebut sejalan dengan orientasi bisnis Bank Nagari yang menjadikan pengembangan UMKM sebagai salah satu fokus utama. Hingga saat ini, pangsa pasar kredit UMKM Bank Nagari mencapai 20,85 persen dan disebut sebagai yang tertinggi di antara seluruh bank pembangunan daerah (BPD) di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengatakan dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari strategi perseroan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Menurut dia, penyaluran kredit kepada sektor produktif tidak hanya membantu meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi di Sumatera Barat.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, Bank Nagari akan terus memperkuat pembiayaan kepada sektor ini melalui berbagai program yang tersedia, termasuk KUR,” ujar Gusti.
Hingga April 2026, Bank Nagari mencatat total kredit yang disalurkan mencapai Rp25,25 triliun atau setara dengan 50,83 persen produk domestik regional bruto (PDRB) Sumatera Barat. Capaian tersebut menunjukkan peran strategis Bank Nagari dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Dengan masih tersedianya pagu KUR sebesar Rp900 miliar hingga akhir tahun, Bank Nagari optimistis penyaluran kredit bersubsidi tersebut dapat terus meningkat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelaku UMKM di Sumatera Barat. (HER)




