Langgam.id – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mulai menunjukkan tren kenaikan setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam hingga menyentuh Rp700 per kilogram.
Seorang petani sawit, Tami (49), mengatakan harga TBS sawit saat ini telah mencapai Rp1.500 per kilogram. Kenaikan itu terlihat dari transaksi jual beli antara petani dan pengepul di daerah setempat.
“Hari ini sudah naik di harga Rp1.500 per kilogram,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, tren kenaikan harga mulai terjadi sejak Jumat (29/5/2026), ketika harga TBS berada di kisaran Rp1.100 per kilogram.
Dalam beberapa hari berikutnya, harga terus mengalami peningkatan hingga mencapai Rp1.500 per kilogram.
Tami optimistis, harga sawit akan terus membaik pada awal Juni dan kembali berada pada kondisi normal seperti sebelumnya.
“Perkiraan awal Juni nanti harga akan kembali normal seperti biasa,” katanya.
Meski harga mulai membaik, para petani berharap harga TBS sawit dapat kembali menembus angka Rp2.000 per kilogram.
Tami menjelaskan, harga pupuk saat ini menjadi salah satu beban terbesar bagi petani. Untuk satu karung pupuk NPK, petani harus mengeluarkan biaya lebih dari Rp800 ribu.
“Saat ini pupuk NPK saja sudah lebih dari Rp800 ribu per karung. Jadi kalau harga sawit tinggi tentu sebanding dengan hasil panen,” ucapnya.
Selain berharap harga kembali stabil, petani juga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap fluktuasi harga sawit yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Tami, sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan perekonomian keluarga dari sektor perkebunan sawit.
“Kalau sawit anjlok, kami petani kecil tentu kesulitan karena semua kebutuhan sekarang serba mahal,” katanya.
Sebelumnya, pada Senin (25/5/2026), harga TBS sawit di tingkat petani di Kabupaten Pesisir Selatan dilaporkan mengalami penurunan drastis dari kisaran Rp2.000 menjadi Rp700 per kilogram.
Kondisi tersebut memicu keluhan dari para petani karena penurunan harga terjadi secara tiba-tiba dan berdampak langsung terhadap pendapatan mereka. (WAN)




