Update Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Hasil Lab Ditemukan Bakteri Bacillus Cereus

BPOM Padang menduga penyebab keracunan puluhan siswa SDN 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang karena mikroba.

Ilustrasi pemeriksaan di labor. [foto: canva.com]

Langgam.id – Dinas Kesehatan Pasaman Barat membeberkan hasil pemeriksaan laboratorium dalam kasus 25 anak diduga keracunan bakso tusuk yang terjadi di Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas. 

Sampel berupa muntahan para korban itu diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumbar, dan hasilnya ditemukan bakteri bacillus cereus. 

“Pada hasil pemeriksaan sampel muntahan korban ditemukan bakteri bacillus cereus. Bakteri ini dapat menyebabkan gejala mual, muntah hingga diare,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia kepada Langgam.id, Senin (25/5/2026). 

Gina menjelaskan, kemungkinan kontaminasi bakteri bacillus cereus dapat terjadi karena penyimpanan daging tidak baik, mulai dari penjemputan di penggilingan sampai ke rumah. 

“Kemudian bisa juga karena daging disimpan tidak di pendingin sampai di rumah, atau disimpan di kulkas yang suhunya kurang dingin dan tidak di freezer serta diolah pada dini hari dan pagi hari,” ucapnya.

Selain itu, kata Gina, wadah tempat penyimpanan daging di dalam kulkas tidak tertutup juga bisa menjadi penyebab. Termasuk, wadah penyimpanan bakso di gerobak pada kotak yang kemungkinan sudah terkontaminasi oleh bahteri.

“Selanjutnya proses pembakaran bakso tusuk dilakukan hanya sebentar, kemungkinan tidak membunuh bahteri. Serta makanan yang disiapkan dibungkus menggunakan plastik dalam keadaan masih panas, dan sudah terkontaminasi oleh bahteri,” ungkapnya. 

Lanjut Gina, Dinas Kesehatan Pasaman akan memberikan penyuluhan kepada pedagang bakso bakar tusuk tentang keamanan pangan dan tatalaksana pengolahan makanan. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.  

“Kami berikan pembinaan kepada pedagang mulai dari bagaimana pemilihan bahan baku, proses pemasakan, pendistribusian, dan penyimpanan makanan. Selanjutnya, pembinaan tentang hygiene sanitasi makanan serta penjamah makanan oleh seksi penyehatan,” kata dia.  

Sebelumnya, dugaan keracunan ini terjadi pada 15 April 2026. Untuk mengantisipasi gejolak masyarakat, polisi telah mendatangi kediaman pedagang bakso tusuk keliling berinisial H (40) ketika itu.  

Dari keterangan para orang tua korban ke kepolisian, menyatakan anak-anak mengalami mual dan muntah-muntah setelah menyantap bakso tusuk keliling tersebut. Pedagang bakso tusuk saat itu berjualan di dekat lokasi pesta pernikahan. (WAN) 

Baca Juga

Pencarian Hari Keenam, Korban Hanyut Galodo Pasaman Ditemukan Meninggal
Pencarian Hari Keenam, Korban Hanyut Galodo Pasaman Ditemukan Meninggal
Hari Ketiga Pencarian, Korban Banjir Bandang di Pasaman Belum Ditemukan
Hari Ketiga Pencarian, Korban Banjir Bandang di Pasaman Belum Ditemukan
BNNP Sumbar Gagalkan Penyeludupan 44 Kg Ganja di Pasaman, 3 Orang Diringkus
BNNP Sumbar Gagalkan Penyeludupan 44 Kg Ganja di Pasaman, 3 Orang Diringkus
Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Remaja di Pasaman Meninggal Dicekik, Diduga Dipicu Pinjam HP
BPOM Padang menduga penyebab keracunan puluhan siswa SDN 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang karena mikroba.
100 Orang di Palupuh Agam Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG
Pakar Soroti Penangan Bahaya Listrik di Pasaman: Investigasi Menyeluruh!
Pakar Soroti Penangan Bahaya Listrik di Pasaman: Investigasi Menyeluruh!