Langgam.id – Gangguan kelistrikan di Sumatra Barat (Sumbar) masih berlanjut. Hingga Sabtu (23/5/2026) malam, belum sepenuhnya listrik pulih di berbagai kabupaten dan kota.
General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar, Ajrun Karim mengatakan, pasokan listrik saat ini baru mencapai sekitar 75 persen dari kondisi normal.
Salah satu pembangkit utama, PLTU Teluk Sirih, telah berhasil sinkron ke sistem pada pukul 20.10 WIB. Namun, PLTU Ombilin belum berhasil sinkron akibat mengalami kelebihan tegangan. Akibatnya, pemulihan masih terkendala hingga saat ini.
“PLTU Teluk Sirih sudah sinkron. Sistem naik sekitar 10 persen menjadi 75 persen, namun masih membutuhkan tambahan sekitar 25 persen lagi agar kondisi kembali normal,” ujar Ajrun Karim.
Ia menjelaskan, kondisi sistem kelistrikan saat ini masih sangat dinamis. Sejumlah mesin pembangkit masih mengalami gangguan sehingga proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan hati-hati.
“Mesin masih mengalami gangguan, sehingga kami terus melakukan pengawasan dan penyesuaian beban,” katanya.
Tidak hanya Sumbar, sejumlah provinsi lain di Sumatra juga mengalami kondisi serupa dan membutuhkan suplai daya tambahan dari pembangkit yang tersedia.
“Beberapa provinsi lain juga mengalami gangguan dan membutuhkan suplai daya. Jadi beban dari satu PLTU harus dibagi ke beberapa wilayah,” jelasnya.
Menurutnya, Provinsi Lampung juga saat ini masih mengalami kekurangan daya sekitar 25 persen. Sementara itu, PLTU Ombilin hingga malam masih belum dapat masuk ke sistem akibat kendala teknis.
PLN saat ini masih menyiagakan seluruh personel untuk melakukan manajemen beban dan percepatan pemulihan sistem kelistrikan di Sumbar.
“Kami masih standby semua dan tetap siaga untuk manajemen beban. Kuncinya saat ini adalah tambahan daya dari pembangkit yang tersebar di Sumatra,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, PLN memastikan listrik di Sumbar belum dapat normal sepenuhnya hingga pukul 21.00 WIB malam ini. (ICA)






