Langgam.id – Tiga pelajar korban dugaan keracunan asap genset ternyata tidak semuanya berstatus santri, seperti yang diberitakan sebelumnya. Mereka berasal dari sekolah yang berbeda-beda.
Peristiwa nahas ini terjadi di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar). Dua korban meninggal dunia dan seorang lainnya masih menjalani perawatan medis.
Kepala MTs Diniyah Pandai Sikek, Nailil Husna mengatakan, salah satu korban meninggal dunia berinisial HAK merupakan siswa di sekolah tersebut.
“Ketiga remaja yang menjadi korban dalam peristiwa itu menempuh pendidikan di sekolah berbeda. Salah satu korban meninggal adalah anak didik kami, berinisial HAK,” kata Nailil Husna kepada Langgam.id, Sabtu (23/5/2026).
Korban meninggal lainnya berinisial GA, merupakan santri Pondok Pesantren MTI Koto Tinggi. Sementara satu korban selamat berinisial H, masih menjalani perawatan medis dalam kondisi koma dan tercatat sebagai pelajar MAN 2 Padang Panjang Koto Baru.
“H dan G satu pondok tahfiz di Surau Dakwah. Dan H sudah lama tidak di sana,” katanya.
Menurut Nailil, peristiwa itu terjadi di luar lingkungan sekolah. Para korban disebut sedang berkumpul dan tidur di ruangan belakang masjid saat mati listrik massal, Jumat (22/5/2026) malam.
“Mereka tidak tinggal di asrama. Rumahnya dekat area masjid,” tuturnya.
Sebelumnya, Kapolsek X Koto, Iptu Martheriko mengatakan, peristiwa berawal saat sejumlah anak muda setempat meminta izin kepada pengurus Masjid Nurul Huda untuk menyalakan genset agar bisa mengisi baterai handphone (HP).
“Pas lampu mati, anak-anak ini berkumpul dan bermain. Karena baterai handphone habis, mereka minta tolong hidupkan genset,” katanya.
Hasil olah TKP sementara, kata Martheriko, terdapat anak lima anak muda yang kemudian mencas HP di ruangan kamar di belakang masjid tersebut. Tiga orang di antaranya tertidur di dalam ruangan, sedangkan dua lainnya pulang ke rumah.
“Diduga pintu ruangan tempat genset menyala itu tertutup saat para korban tertidur,” kata Martheriko.
Tiga orang tersebut ditemukan warga dalam kondisi kritis pada Sabtu (23/5/2026) pagi. Satu korban ditemukan meninggal di lokasi, sementara dua orang lainnya dalam keadaan krisis.
“Dua orang yang krisis ini dibawa ke rumah sakit. Satunya meninggal dan satu lagi masih perawatan. Total ada dua yang meninggal,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun langgam.id, dua korban meninggal Gibran Arrasyid (15) dan Haykal Aryakamil (15). (ICA)






