Langgam.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Dinas Pangan menggelar gerakan pangan murah dan operasi pasar murah menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Pangan Sumbar, Iqbal Ramadi Payana mengatakan, pasar murah telah dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Rabu dan Kamis, 20–21 Mei 2026.
“Gerakan pangan murah dan operasi pasar murah rutin kami laksanakan menjelang hari besar keagamaan, termasuk menjelang Hari Raya Iduladha tahun ini,” ujarnya kepada Langgam.id, Jumat (22/5/2026)
Iqbal menjelaskan, kegiatan pasar murah tersebut dipusatkan di Kantor Dinas Pangan Sumbar. Pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar diminta turut melaksanakan kegiatan serupa.
Menurutnya, pasar murah menjadi salah satu langkah intervensi pemerintah terhadap sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.
“Dalam pasar murah ini, kami mengintervensi sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga, seperti cabai, bawang merah, dan beberapa komoditas lainnya,” katanya.
Selain mengendalikan harga, Pemprov Sumbar juga memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat menjelang Iduladha masih dalam kondisi aman.
“Sumbar dinilai memiliki sejumlah daerah sentra produksi pangan yang mampu menopang kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Iqbal menyebut daerah seperti Agam, Tanah Datar, dan Alahan Panjang menjadi daerah produsen utama untuk penyediaan berbagai komoditas pangan di Sumbar.
“Stok sembako di Sumbar masih aman menjelang Iduladha. Karena kita memiliki daerah produsen untuk penyediaan kebutuhan pangan. Namun untuk bawang putih dan kedelai memang masih dipasok dari luar Sumbar, terutama dari Pulau Jawa,” pungkasnya. (WAN)






