Langgam.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar subsidi di Kota Padang memicu antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Di balik itu, tersimpan berbagai cerita dari sopir truk hingga bis sebagai pejuang rupiah untuk menafkahi keluarga.
Zona Inuzi (27) misalnya, sopir truk pengangkut barang rute Padang–Jakarta yang harus rela mengantre sejak subuh hingga siang hari demi mendapatkan solar subsidi untuk kendaraannya.
“Saya sudah mengantre dari subuh, tapi sampai siang ini belum juga dapat. Sopir mengantre memang karena solar sedang kosong,” katanya disela-sela antrean di SPBU Pisang, Kota PAdang, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, antrean panjang kendaraan angkutan barang sudah menjadi pemandangan biasa dalam beberapa waktu terakhir.
Tak hanya itu, bahkan para sopir terkadang harus bermalam di sekitar SPBU agar tidak kehilangan antrean.
“Kalau hari ini antreannya belum seberapa, pernah saya mengantre dari malam hingga subuh. Terkadang terpaksa tidur di lokasi demi mendapatkan solar subsidi ini,” ujarnya.
Zona mengatakan, kondisi tersebut sangat memengaruhi pekerjaannya sebagai sopir angkutan jarak jauh. Antrean yang panjang akan memakan waktu perjalanan menjadi tertunda karena habis untuk menunggu pengisian BBM.
Antrean kendaraan juga terpantau di SPBU Khatib Sulaiman, Kota Padang. Antrean kendaraan bahkan mencapai sekitar satu kilometer sejak pukul 10.00 WIB.
Salah seorang sopir sopir bus AKDP rute Pasaman–Padang Romi yang tengah mengatre mengisi solar. Ia rutin mengisi solar setiap tiba di Padang usai menempuh perjalan pagi dari Pasaman.
Menurut Romi, antrean panjang membuat sopir kesulitan mengejar waktu mencari penumpang. Ia pun harus berpandai-pandai untuk mencari cara agar tidak terjebak atrean. “Kalau minyak belum ada, saya tidak berani cari penumpang dulu,” katanya.
Ia mengaku pernah mengantre hingga lima jam saat pasokan solar terlambat datang ke SPBU. Kondisi itu berdampak pada jumlah penumpang yang didapatkan.
“Biasanya dapat 15 sampai 20 penumpang. Kalau antre lama, penumpang bisa berkurang,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh truk fuso towing, Adi Saputra mengaku sudah mulai mengantre sejak pukul 08.00 WIB untuk mendapatkan bio solar.
Bagi Adi, antrean panjang di SPBU ini membuang waktu yang cukup lama, sehingga berdampak pada produktivitasnya yang lain. “Meski belum berdampak pada pendapat, tapi kalau antre panjang begini waktu habis percuma,” katanya.
Adi bahkan menandai sejumlah SPBU yang jarang menyebabkan macet. Namun, dalam beberapa waktu terakhir sejumlah SPBU terpantau dipadati oleh kendaraan untuk pengisian biosolar.
Adi juga menyoroti banyaknya kendaraan pelangsir yang ikut mengantre Bio Solar untuk dijual kembali secara eceran. Tidak jarang dia melihat kendaraan yang sama terlihat mengantre berulang kali.
Selain truk, antrean panjang masih terus terjadi di SPBU tersebut. Sejumlah sopir terlihat memilih beristirahat di sekitar kendaraan sambil menunggu giliran pengisian BBM. (FIX)
Reporter: Buliza Rahmat-Fajar Hadiansyah





