Truk Patah Gardan di Sitinjau Lauik: Bus AKAP Terjebak Macet 6 Jam, Penumpang Pilih Naik Kendaraan Lain

Truk Patah Gardan di Sitinjau Lauik: Bus AKAP Terjebak Macet 6 Jam, Penumpang Pilih Naik Kendaraan Lain

Bus-bus AKAP terjebak macet di Sitinjau Lauik. (Foto: Fajar Hadiansyah/Langgam.id)

Langgam.id – Sejumlah bus antar kota antar provinsi (AKAP) terjebak macet panjang di Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (20/5/2026). Kemacetan ini karena adanya satu unit truk yang mogok mengalami patah gardan.  

Posisi truk bermuatan mi instan tersebut terhenti persis di tikungan Panorama I, atau lebih dikenal dengan sebutan tikungan viral. Arus lalu lintas penghubung Padang-Solok jadi terganggu.  

Antrean kendaraan informasinya sudah terjadi sejak pukul 06.00 WIB dari arah Solok. Hingga pukul 12.46 WIB, sejumlah bus AKAP masih tertahan dan belum bisa melintas. 

Beberapa bus yang terjebak kemacetan di antaranya perusahaan otobus Miyor, EPA Star, NPM, Family Raya dan Ceria. Kendaraan-kendaraan ini tampak berhenti berjam-jam di badan jalan menunggu antrean bergerak.

Mulyadi, seorang kenek perusahaan otobus EPA Star, mengaku kendaraannya sudah terjebak macet sejak pagi. Sebelumnya, bus berangkat dari Palembang hendak ke Padang. 

“Dari subuh tadi macet sampai sekarang masih tertahan. Apabila dipaksakan melintas, bus akan tersangkut di tikungan,” katanya kepada Langgam.id

Ia menyebutkan, lamanya antrean membuat banyak penumpang memilih turun dan melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan lain. Dari sekitar 30 penumpang di dalam bus, kini hanya tersisa lima orang.

“Penumpang banyak yang turun karena terlalu lama. Tinggal lima orang lagi di bus,” ucapnya.  

Sementara itu, truk yang mengalami patah gardan masih diupayakan diperbaiki. Sopir truk, bernama Izul (55), masih kerja keras melakukan pemeriksaan kendaraan.

“Kejadian sudah sejak pukul 05.30 WIB. Sampai sekarang belum siap lagi diperbaiki,” kata Izul. Ia mengira awalnya, permasalahan truk karena as roda patah, ternyata setelah dicek patah gardan. (WAN) 

Baca Juga

Krisis Air Bersih: Kelurahan Korong Gadang Padang Butuh 16 Sumur Bor, Baru 9 Terpenuhi 
Krisis Air Bersih: Kelurahan Korong Gadang Padang Butuh 16 Sumur Bor, Baru 9 Terpenuhi 
Korban Bencana di Huntara Kapalo Kota Padang Pertanyakan Kepastian Huntap
Korban Bencana di Huntara Kapalo Kota Padang Pertanyakan Kepastian Huntap
Stafsus Mendagri Nilai Padang Jadi Daerah Respons Cepat Pemulihan Pascabenca 
Stafsus Mendagri Nilai Padang Jadi Daerah Respons Cepat Pemulihan Pascabenca 
Alokasi Dana TKD Tambahan Rp371 M, Pemerintah Pusat Tinjau Rehabilitasi Pascabencana di Padang
Alokasi Dana TKD Tambahan Rp371 M, Pemerintah Pusat Tinjau Rehabilitasi Pascabencana di Padang
Daftar Lokasi Nobar Final Piala Dunia 2026 di Sumbar
Daftar Lokasi Nobar Final Piala Dunia 2026 di Sumbar
Ember dan Tedmon Jadi Pemandangan Sehari-hari, 8 Bulan Warga Lambung Bukit Menunggu Air
Ember dan Tedmon Jadi Pemandangan Sehari-hari, 8 Bulan Warga Lambung Bukit Menunggu Air