KAI Sumbar Tutup 3 Perlintasan Liar di Padang Pariaman

Langgam.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional II Sumatera Barat menutup tiga perlintasan liar di wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Langkah itu dilakukan sebagai upaya memperkuat keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di kawasan perlintasan sebidang.

Penutupan dilakukan secara serentak di tiga titik perlintasan liar yang berada di jalur operasional kereta api. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala KAI Divre II Sumbar Muh. Tri Setyawan bersama jajaran manajemen dan Tim Pengamanan KAI Divre II Sumbar.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kabid Lalu Lintas Angkutan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Kabupaten Padang Pariaman Armedes, unsur TNI/Polri, komunitas pecinta kereta api (railfans), perangkat kewilayahan, wali korong, wali nagari, hingga tokoh masyarakat setempat.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan, penutupan perlintasan liar merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan.

Menurut Reza, perlintasan liar menjadi salah satu titik rawan kecelakaan karena tidak dilengkapi fasilitas keselamatan sesuai standar dan berada di luar pengawasan resmi.

“Setiap perlintasan memiliki potensi risiko terhadap keselamatan. Untuk lokasi yang belum memenuhi ketentuan, penanganannya dilakukan bersama pemerintah dan instansi terkait melalui prosedur yang berlaku, termasuk melalui penutupan perlintasan,” kata Reza dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, tiga perlintasan liar yang ditutup memiliki lebar sekitar dua meter dan berada di area operasional kereta api tanpa dukungan sarana keselamatan yang memadai.

Penutupan tersebut, lanjut Reza, merupakan bagian dari mitigasi risiko kecelakaan di jalur kereta api. Secara bertahap, KAI Divre II Sumbar bersama pemangku kepentingan telah menutup delapan titik perlintasan liar pada 2023, sebanyak 20 titik pada 2024, lalu 18 titik pada 2025. Sementara hingga Mei 2026, tercatat sudah 14 titik perlintasan liar ditutup.

Selain penutupan perlintasan liar, KAI Divre II Sumbar juga melakukan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Sepanjang 2026, sosialisasi keselamatan telah dilakukan di 21 titik perlintasan, termasuk edukasi di tiga sekolah dan pemasangan media peringatan di sejumlah lokasi strategis.

Reza menegaskan, keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.

“Kereta api melayani ratusan hingga ribuan pelanggan dalam satu perjalanan dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Dalam kondisi tertentu, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diminta menggunakan perlintasan resmi dan tidak kembali membuka jalur penyeberangan liar yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk disiplin, mematuhi rambu dan isyarat, serta hanya menggunakan perlintasan resmi demi keselamatan bersama,” kata Reza. (HER)

Tag:

Baca Juga

Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, KAI Sumbar Layani Lebih dari 30.000 Penumpang
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, KAI Sumbar Layani Lebih dari 30.000 Penumpang
Libur Panjang, KAI Sumbar Sediakan 28 Ribu Lebih Tiket KA Lokal
Libur Panjang, KAI Sumbar Sediakan 28 Ribu Lebih Tiket KA Lokal
Petugas KAI menutup perlintasan liar selebar dua meter di Padang Pariaman. (Foto: Humas KAI Divre II Sumbar)
KAI Divre II Sumbar Tutup Perlintasan Liar di Padang Pariaman
Para penumpang menaiki Kereta Api Pariaman Ekspres . Foto: KAI Divre II Sumbar.
KAI Divre II Sumbar Layani 23 Ribu Penumpang Selama Libur Panjang Hari Buruh 2026
Cegah Kecelakaan di Momen Lebaran, PT KAI Sumbar Tambah Personel Jaga Perlintasan Sebidang
54 Perlintasan Sebidang Kereta Api di Sumbar Tanpa Penjagaan, Buntut Putus Kontrak 165 Petugas
KAI Sumbar Catat Penumpang KA Lembah Anai Naik 128 Persen Sampai April 2026
KAI Sumbar Catat Penumpang KA Lembah Anai Naik 128 Persen Sampai April 2026