Langgam.id — Desminar (29) tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kekerasan yang dialami anaknya, balita berusia dua tahun di Kota Padang. Selama hampir tiga bulan terakhir, sang anak diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri.
Perempuan itu mengaku selama ini memilih diam karena takut melapor ke polisi. Dalam rumah tangga yang telah dijalaninya selama empat tahun, ia juga mengaku kerap menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Sejak bulan puasa anak saya sering menangis malam. Kalau dia pulang dari luar, anak langsung digigit,” kata Desminar saat diwawancarai, Senin (18/5/2026).
Menurut Desminar, perilaku suaminya berubah agresif ketika berada dalam kondisi tidak stabil. Ia menduga suaminya kerap mengonsumsi minuman keras tradisional dan menggunakan narkoba jenis sabu sebelum melakukan kekerasan.
“Kalau normal dia sebenarnya penyayang. Tapi kalau habis pakai sabu dan minum tuak, seperti orang gila,” ujarnya.
Ia menduga aksi penganiayaan terhadap anak dilakukan pelaku karena emosi yang tidak terkendali saat berada di bawah pengaruh alkohol dan narkoba.
“Kalau lagi tidak stabil itu dia jadi kasar. Anak digigit karena dia geram,” katanya.
Balita korban bernama Maulana Arkan disebut mengalami luka di sejumlah bagian tubuh. Luka itu antara lain bekas gigitan di tubuh dan bibir, serta luka bakar pada bagian kaki.
“Tubuhnya digigit hampir seluruh badan. Bibirnya juga luka,” ucap Desminar.
Tak hanya anaknya, Desminar mengaku dirinya juga kerap mengalami kekerasan fisik selama berumah tangga. Ia mengaku sering dipukul di bagian kepala dan punggung hingga ditonjok oleh suaminya.
“Sering dipukul di kepala, punggung, ditonjok juga,” katanya.
Saat ini, Maulana menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Kondisinya disebut mulai membaik setelah mendapatkan penanganan medis.
Desminar berharap kasus yang menimpa dirinya dan anaknya diproses secara hukum. Ia juga ingin mengakhiri pernikahannya dan membesarkan anak-anak tanpa kekerasan.
“Harapan saya ingin bercerai saja dan membesarkan anak-anak sendiri,” tuturnya. (HER)






