Langgam.id — Nama David Wewe (David WW) mendadak menjadi perbincangan di masyarakat setelah namanya masuk nominasi kategori Polisi Berdedikasi dalam Hoegeng Awards 2026.
Bagi Sumatera Barat, pencapaian itu menjadi catatan tersendiri karena untuk pertama kalinya personel kepolisian dari daerah tersebut masuk dalam nominasi ajang bergengsi itu.
Di balik pencapaian tersebut, pria bernama lengkap Dafit Rico Dermawan itu menyimpan perjalanan hidup yang tidak mudah. Ia lahir dari keluarga sederhana di Kota Padang dan tumbuh sebagai anak seorang sopir truk.
Sebagai salah satu dari sembilan bersaudara, ia menyaksikan langsung bagaimana orang tuanya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Ayah saya sopir truk. Karena keluarga besar, orang tua harus bekerja keras untuk membiayai anak-anaknya,” ujar David saat dihubungi, Kamis (14/5/2026).
Perjuangan David untuk menjadi anggota Polri juga tidak berlangsung singkat. Ia mengaku sempat gagal hingga empat kali dalam seleksi kepolisian sebelum akhirnya diterima sebagai siswa Sekolah Calon Bintara (Secaba) Polri pada tahun 2000.
Kegagalan berulang itu tidak membuatnya menyerah. Tekad untuk mengubah kehidupan keluarga dan mengabdi kepada masyarakat justru menjadi motivasi terbesar bagi dirinya untuk terus mencoba.
Setelah lulus pendidikan Bintara Polri, David memulai karier sebagai anggota kepolisian dan sejak 2001 bertugas di bagian Buser Satreskrim Polresta Padang. Selama lebih dari dua dekade, ia tetap berada di satuan yang sama dan dikenal sebagai personel lapangan yang dekat dengan masyarakat.
Di lingkungan kepolisian, sosok David dikenal sederhana dan rendah hati. Ia mengaku selalu memegang pesan orang tuanya agar tidak menghalalkan segala cara dalam menjalani kehidupan maupun pekerjaan.
“Saya selalu ingat pesan orang tua, jangan pernah melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Sampai sekarang itu yang saya pegang,” katanya.
David menempuh pendidikan di SD 02 Bandar Buat, SMP Negeri 11 Padang, dan SMA Semen Padang sebelum melanjutkan kuliah di Universitas Dharma Andalas.
Bagi David, masuknya dirinya dalam nominasi Hoegeng Awards bukan sekadar penghargaan pribadi, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya merasa bangga dan bersyukur. Ini hasil kerja selama ini dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut tidak boleh membuat dirinya berpuas diri. Sebaliknya, hal itu menjadi pengingat agar tetap bekerja dengan integritas dan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Ini amanah dan tanggung jawab. Tidak boleh sombong, justru harus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya. (HER)






