Wisuda 1.321 Lulusan, Rektor UNAND Tekankan Pentingnya Jadi Generasi ‘Future Ready’

Langgam.id — Universitas Andalas mewisuda 1.321 lulusan program doktor, magister, spesialis, sarjana, dan diploma pada Wisuda Periode II Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Kampus Limau Manis, pada Sabtu dan Minggu (9-10/5/2026).

Prosesi wisuda berlangsung selama dua hari dan dipimpin langsung oleh Rektor UNAND, Efa Yonnedi.

Dalam sambutannya, Efa mengatakan sepanjang 2025 lalu UNAND telah meluluskan sebanyak 8.180 wisudawan. Saat ini, UNAND memiliki lebih dari 32.000 mahasiswa aktif dengan 156 program studi mulai jenjang diploma hingga doktoral.

Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dan kepercayaan masyarakat terhadap Unand.

“Semua capaian ini bukan milik pimpinan universitas semata. Ini milik seluruh sivitas akademika dan setiap orang yang pernah percaya pada Universitas Andalas,” ujar Efa, Sabtu (9/5/2026).

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan komitmennya terhadap inklusivitas layanan pendidikan. Pada prosesi wisuda kali ini, universitas menghadirkan juru bahasa isyarat sebagai bentuk dukungan bagi mahasiswa disabilitas.

Salah satu lulusan yang mendapat perhatian khusus ialah Rafael Fadly Harianja, mahasiswa disabilitas rungu dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian yang turut diwisuda.

Efa menyebut keberhasilan Rafael menjadi bukti bahwa kesempatan akademik harus terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.

“Keberhasilan Rafael adalah kebanggaan kita bersama yang menunjukkan bahwa kesempatan akademik harus terbuka bagi seluruh anak bangsa,” katanya.

Di hadapan para wisudawan, Efa juga menyoroti tantangan dunia kerja dan perubahan global yang berlangsung sangat cepat akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Ia mengatakan generasi muda saat ini hidup di era yang penuh ketidakpastian, kompleksitas, dan perubahan cepat atau yang dikenal dengan istilah VUCA (volatile, uncertain, complex, ambiguous).

“Kecerdasan buatan kini mampu mengerjakan dalam hitungan detik apa yang dulu membutuhkan waktu berhari-hari. Banyak pekerjaan hari ini mungkin tidak ada lagi 10 tahun mendatang,” ujar Efa.

Karena itu, menurut dia, lulusan perguruan tinggi harus menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan atau future ready. Sikap tersebut, kata dia, bukan berarti mengetahui semua jawaban, melainkan memiliki kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menghadapi perubahan.

“Future ready artinya tidak takut menghadapi pertanyaan-pertanyaan baru, mampu terus belajar, berkolaborasi lintas disiplin dan budaya, serta tetap memegang nilai dan integritas di tengah berbagai tantangan,” tuturnya.

Tag:

Baca Juga

Ribuan Peserta Ikuti UNANDRun dan Jalan Sehat di Kampus Limau Manis
Ribuan Peserta Ikuti UNANDRun dan Jalan Sehat di Kampus Limau Manis
Siswa SD Telkom Belajar Teknologi Pertanian di UNAND, dari Robot hingga Hidroponik
Siswa SD Telkom Belajar Teknologi Pertanian di UNAND, dari Robot hingga Hidroponik
UNAND Gelar ICSAB 2026, Dorong Inovasi Pertanian Cerdas untuk Ketahanan Pangan
UNAND Gelar ICSAB 2026, Dorong Inovasi Pertanian Cerdas untuk Ketahanan Pangan
UNAND Tuan Rumah Forum Penjaminan Mutu, 20 Perguruan Tinggi Saling Berbagi Pengalaman
UNAND Tuan Rumah Forum Penjaminan Mutu, 20 Perguruan Tinggi Saling Berbagi Pengalaman
UNAND Dorong Perempuan Jadi Penggerak Kesiapsiagaan Bencana dari Lingkungan Keluarga
UNAND Dorong Perempuan Jadi Penggerak Kesiapsiagaan Bencana dari Lingkungan Keluarga
Pemerintah Siapkan Rp115 Miliar Pulihkan 38.507 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
Pemerintah Siapkan Rp115 Miliar Pulihkan 38.507 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar