Langgam.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang menemukan tujuh kasus campak di wilayah tersebut. Warga yang memiliki anak usia balita diminta segera membawa anak mereka untuk mendapatkan imunisasi guna mencegah penularan yang lebih luas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Srikurnia Yati, mengatakan tujuh warga tersebut dinyatakan positif campak.
“Iya, ada tujuh warga yang positif campak,” kata Srikurnia Yati, Rabu (11/3/2026).
Menurut dia, temuan kasus ini menunjukkan virus campak sedang aktif menyebar di tengah masyarakat. Jika tidak diantisipasi, anak-anak berisiko tertular karena penyakit ini sangat mudah menular.
Campak merupakan penyakit infeksi yang penyebarannya dapat terjadi melalui batuk, bersin, atau percikan droplet dari penderita. Gejala yang muncul antara lain demam tinggi, batuk, serta munculnya bintik-bintik merah di seluruh tubuh.
Srikurnia menjelaskan, campak tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan karena dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani.
“Jika dibiarkan dapat berdampak ke paru-paru seperti sesak napas, diare hebat, bahkan bisa menyebabkan kebutaan atau radang otak,” ujarnya.
Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Dinkes Padang mengimbau orangtua segera melengkapi imunisasi anak.
Ia meminta orangtua yang memiliki anak usia 9 hingga 59 bulan membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kami mengimbau seluruh orangtua yang memiliki anak usia 9–59 bulan untuk segera membawa anaknya ke posyandu, puskesmas, atau rumah sakit guna mendapatkan imunisasi,” katanya.
Secara nasional, kasus terduga campak juga masih ditemukan. Data menunjukkan sebanyak 8.810 kasus suspek campak tercatat di Indonesia pada periode Januari hingga Februari 2026.
Penyakit ini tergolong sangat menular karena virusnya dapat menyebar melalui udara. Dalam kondisi tertentu, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada banyak orang di sekitarnya.






