PCMM Satukan Orang Minang di Malaysia Lewat Semangat Akademis

PCMM Satukan Orang Minang di Malaysia Lewat Semangat Akademis

Pertemuan anggota PCMM di Bandar Ainsdale, Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, Kamis (6/3/2026). Foto: Yose Hendra

Langgam.id – Di tengah kehidupan perantauan yang dinamis, orang Minangkabau di Malaysia menemukan ruang untuk berkumpul, berdiskusi, dan merawat identitas intelektual mereka. Ruang itu bernama Persatuan Cendiakawan Minang Malaysia (PCMM), sebuah organisasi yang lahir dari semangat menyatukan diaspora Minangkabau dengan landasan akademis dan kebudayaan.

Organisasi ini dipimpin oleh Ismail Haji Ahmad, seorang tokoh Minang berusia 70 tahun yang lahir di Koto Tinggi Johor, Negeri Sembilan. Meski lahir di Malaysia, ia memiliki akar kuat di Payakumbuh dari garis keluarganya.

Menurut Ismail, PCMM telah berdiri selama 11 tahun sejak resmi berdiri pada 2015, meski gagasan dan gerakannya sudah dimulai sejak 2012.

“Tujuan utama PCMM adalah menyatukan perantau Minang di Malaysia, termasuk orang Minang yang baru datang ke sini. Sebelumnya organisasi Minang lebih bersifat kedaerahan, misalnya Persatuan Minang Johor. Belum ada yang menyatukan secara lebih luas,” kata Ismail, saat ditemui disela pertemuan anggota PCMM di Bandar Ainsdale, Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, Kamis (6/3/2026).

Ia menjelaskan, pembentukan organisasi ini juga berkaitan dengan aturan organisasi di Malaysia. Dalam sistem hukum setempat, kelompok masyarakat yang ingin berkumpul secara resmi harus memiliki badan organisasi yang terdaftar.

Karena itu, PCMM hadir sebagai wadah resmi yang memungkinkan orang Minang di Malaysia berkumpul, bersilaturahmi, dan berdiskusi tanpa hambatan administratif.

Wakil Ketua PCMM yang juga menjabat Ketua Penerangan, Syaftin Ruli, mengatakan keberadaan organisasi ini penting bagi para perantau Minang yang datang ke Malaysia.

“Dengan adanya organisasi cendekiawan ini, orang Minang yang datang ke sini bisa bersatu dan berkumpul. Kalau lebih dari lima orang berkumpul, biasanya harus ada izin polisi. Dengan adanya persatuan yang sudah terdaftar, kita bisa menampung saudara-saudara Minang yang datang dari mana pun,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum PCMM berdiri, para pendatang Minang di Malaysia sering hanya menjadi anggota asosiasi tertentu tanpa status organisasi yang diakui secara resmi.

“Sebagai pendatang, kita hanya menjadi ahli bersekutu. Artinya kita terdaftar sebagai anggota, tetapi tidak memiliki organisasi yang terdaftar di pemerintahan. Karena itu kita merasa perlu membentuk persatuan seperti PCMM,” katanya.

Selain memperkuat silaturahmi, PCMM juga menjadi ruang bertukar gagasan antara masyarakat Minang di Malaysia dan Indonesia. Diskusi tentang adat, budaya, dan persoalan sosial menjadi bagian penting dari aktivitas organisasi ini.

“Melalui PCMM, orang tempatan dan orang yang datang dari Indonesia bisa bertemu, bersilaturahmi, bertukar pikiran, bahkan memberi kontribusi bagi masyarakat di dua negara,” kata Ismail.

Ia sendiri telah tinggal di Malaysia sejak 1997 dan melihat kedekatan budaya antara masyarakat Minangkabau di Indonesia dan Malaysia.

“Ketika saya datang ke Malaysia, saya merasakan tidak ada perbedaan yang jauh. Begitu juga orang Malaysia ketika datang ke Indonesia,” ujarnya.

Kini PCMM menjadi organisasi Minangkabau pertama di Malaysia yang berskala nasional. Anggotanya sekitar 70 orang yang terdiri dari warga Malaysia maupun Indonesia. Di Malaysia sendiri, jumlah masyarakat keturunan Minang diperkirakan mencapai sekitar satu juta orang.

Sebagai organisasi cendekiawan, PCMM juga memiliki Biro Akademik dan Intelektual yang diisi oleh dosen, peneliti, serta mahasiswa. Berbagai kegiatan akademik rutin digelar, mulai dari seminar, diskusi ilmiah, hingga sidang pleno pemikiran.

Sejak 2016, PCMM juga aktif menjembatani kerja sama akademik antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia. Salah satunya dengan UIN Syekh Jamil Jambek Bukittinggi dan Universiti Islam Selangor dalam program pertukaran dosen dan mahasiswa selama tiga bulan.

Selain itu, PCMM juga menjalin komunikasi akademik dengan sejumlah kampus di Sumatera Barat seperti Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Bung Hatta.

“Kita bukan partai politik. PCMM adalah think tank, tempat para pemikir Minang berkumpul dan berdiskusi,” kata Ismail.

Ke depan, organisasi ini bahkan tengah menyiapkan agenda besar berskala internasional. Sekretaris Jenderal PCMM, Khalid Kamil, mengatakan pihaknya tengah merancang pertemuan diaspora Minang dunia.

“Pada Juni tahun ini, selepas Idul Adha, kami merencanakan Minang International Gathering. Konsepnya kegiatan akademik, seminar antarbangsa Minang, program keagamaan, serta menghimpun dai Minang dari berbagai negara,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga akan digelar “Baralek Gadang”, sebuah pertemuan besar diaspora Minang dunia. Acara itu dirancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga perayaan budaya.

“Kita ingin mengumpulkan diaspora Minang sedunia. Akan ada pameran, simposium, kuliner Minang, budaya, hingga booth wirausaha,” kata Khalid.

Rencananya kegiatan ini akan digelar di World Trade Centre Kuala Lumpur, dengan upaya kolaborasi bersama Kementerian Agama Malaysia serta Kementerian Pelancongan Malaysia.

PCMM juga berencana menggelar acara “Minangkabau Gala Dinner” yang akan menghadirkan tokoh-tokoh Minang dari berbagai negara.

“Kita ingin menghadirkan pemimpin besar masyarakat Minang dari seluruh dunia, bahkan menjemput Perdana Menteri Malaysia untuk hadir dalam acara itu,” ujar Khalid.

Bagi para perantau Minangkabau di Malaysia, PCMM bukan sekadar organisasi. Ia adalah ruang pertemuan gagasan, tempat identitas budaya dirawat, dan simpul yang menyatukan diaspora Minang dengan semangat intelektual di tanah rantau.

Baca Juga

Semen Padang FC Pecat Dejan Antovic
Semen Padang FC Pecat Pelatih Dejan Antonic dan Asisten Pelatih FX Yanuar
Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno Meninggal Dunia
Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno Meninggal Dunia
Semen Padang FC akan menjalani laga tandang melawan PSM mkassar pada pekan 19 putaran kedua Super League 2025/2026, Senin malam (2/2/2026)
Semen Padang FC Pantang Menyerah Keluar dari Zona Degradasi
Sepasang Lingga Yoni, Ujung Pangkal Kedatuan Sriwijaya
Sepasang Lingga Yoni, Ujung Pangkal Kedatuan Sriwijaya
Maestro Tari Ery Mefri Wafat
Maestro Tari Ery Mefri Wafat
Mantan Bupati Solok 2 Periode Gusmal Wafat
Mantan Bupati Solok 2 Periode Gusmal Wafat