Langgam.id — Petani di Kabupaten Pasaman Barat menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas komitmennya membeli gabah hasil panen dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan pemerintah. Dukungan tersebut dinilai sangat membantu menjaga stabilitas pendapatan petani di tengah dinamika harga pasar.
Asmiran, perwakilan Kelompok Tani Sarang Laweh, Pasaman Barat, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran Bulog di tengah musim panen. “Alhamdulillah petani terbantu. Terima kasih kepada Bulog yang telah membeli padi hasil petani dengan harga yang wajar. Bulog mengantarkan kebaikan. Bulog maju dan petani maju,” ujarnya.
Langkah penyerapan gabah ini sejalan dengan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan untuk melindungi petani dari anjloknya harga saat panen raya. Berdasarkan ketentuan terbaru pemerintah, HPP Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani berada di kisaran Rp6.000–Rp6.500 per kilogram, tergantung kualitas. Kebijakan ini menjadi instrumen penting dalam menjaga kesejahteraan petani sekaligus memastikan pasokan beras nasional tetap aman.
Data Dinas Tanaman Pangan Sumatera Barat menunjukkan bahwa produksi padi provinsi ini pada 2025 mencapai sekitar 1,4 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), dengan Kabupaten Pasaman Barat sebagai salah satu sentra produksi utama. Luas panen di Pasaman Barat tercatat puluhan ribu hektare per tahun, berkontribusi signifikan terhadap ketersediaan beras daerah.
Secara nasional, Perum Bulog pada 2026 menargetkan penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga jutaan ton guna menjaga stabilitas pasokan dan harga, terutama menjelang periode permintaan tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri. Hingga awal Maret 2026, realisasi serapan gabah dan beras di wilayah Sumatera Barat telah mencapai ribuan ton, termasuk dari Pasaman Barat.
Konsistensi penyerapan oleh Bulog tidak hanya berdampak pada kestabilan harga, tetapi juga meningkatkan semangat tanam petani untuk musim berikutnya. Dengan adanya kepastian pasar dan harga, petani dapat lebih fokus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Kolaborasi antara Bulog, pemerintah daerah, dan kelompok tani diharapkan terus diperkuat agar ketahanan pangan daerah semakin kokoh. Dukungan nyata terhadap petani dinilai menjadi fondasi penting bagi terwujudnya kedaulatan pangan nasional.






