Palanya langgam – Universitas Andalas melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan turut mendukung Program Kemitraan Masyarakat Membantu Nagari Membangun (PKM-MNM) Batch II yang secara khusus difokuskan pada Tanggap Darurat Bencana. Program ini resmi dilepas pada 5 Desember 2025 dan dilaksanakan di 16 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Kota Padang. Hingga saat ini, kegiatan KKN Kebencanaan tersebut masih terus berlangsung.
Pelepasan mahasiswa KKN Kebencanaan dilakukan melalui apel bersama dan pembentukan Posko KKN Kebencanaan Universitas Andalas sebagai pusat koordinasi kegiatan lapangan. Posko ini berfungsi sebagai sarana pengendalian program, pusat informasi kebencanaan, serta tempat koordinasi antara mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, pemerintah setempat, dan masyarakat. Melalui posko tersebut, seluruh rangkaian kegiatan KKN Kebencanaan dijalankan secara terarah dan terintegrasi dengan program PKM-MNM Batch II.
Sebagai bagian dari PKM-MNM Batch II khusus tanggap darurat bencana, kegiatan KKN Kebencanaan difokuskan pada upaya mitigasi, respons cepat, dan pendampingan masyarakat yang terdampak bencana, khususnya kekeringan dan bencana hidrometeorologi. Mahasiswa KKN Kebencanaan langsung terjun ke lapangan untuk melakukan identifikasi permasalahan, pemetaan wilayah rawan bencana, serta penentuan kebutuhan prioritas masyarakat.
Salah satu bentuk kegiatan utama yang dilaksanakan adalah penyediaan dan pemasangan tandon air bersih di lingkungan permukiman warga. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keterbatasan akses air bersih yang dialami masyarakat selama musim kemarau. Keberadaan tandon air tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar air bersih sekaligus mengurangi risiko kesehatan akibat krisis air.
Selain itu, mahasiswa KKN Kebencanaan juga melakukan pendataan kebencanaan sebagai bagian penting dari program tanggap darurat. Pendataan dilakukan melalui survei langsung ke rumah tangga terdampak untuk menghimpun informasi terkait kondisi sosial ekonomi, tingkat dampak bencana, serta kebutuhan mendesak masyarakat.
Data yang diperoleh menjadi dasar penyusunan rekomendasi dan rencana tindak lanjut bagi pemerintah nagari dan pihak terkait dalam penanganan bencana.
Kegiatan pendataan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengumpulan data, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya informasi kebencanaan yang akurat.
Mahasiswa turut memberikan pemahaman bahwa data yang valid sangat dibutuhkan untuk mendukung penyaluran bantuan yang tepat sasaran serta perencanaan mitigasi bencana di masa mendatang.
Di sisi lain, mahasiswa KKN Kebencanaan juga aktif melaksanakan edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan dan penghematan air bersih, peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat dalam kondisi darurat.
Pendekatan partisipatif diterapkan agar masyarakat dapat terlibat secara aktif dan berkelanjutan.
Seluruh kegiatan KKN Kebencanaan dalam kerangka PKM-MNM Batch II ini dilaksanakan dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan dan dukungan pemerintah setempat.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan nagari terhadap bencana.
Melalui pelaksanaan KKN Kebencanaan yang terintegrasi dengan Program Kemitraan Masyarakat Membantu Nagari Membangun (PKM-MNM) Batch II Khusus Tanggap Darurat Bencana, Universitas Andalas menegaskan perannya sebagai mitra strategis masyarakat dan pemerintah daerah.
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan nagari yang tangguh terhadap bencana. (*/)






