Rakor Bersama Mendagri, Gubernur Sampaikan Kerugian Bencana Sumbar Rp31,8 Triliun

Langgam.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian.

Gubernur Mahyeldi melaporkan, bencana hidrometeorologi di Sumbar telah menyebabkan 16 kabupaten/kota terdampak. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp31,8 triliun.

“Sedangkan jumlah korban, 264 meninggal dunia, 72 hilang, 401 luka-luka dan 10.854 jiwa mengungsi. Total masyarakat terdampak sebanyak 296.345 jiwa,” ungkap Gubernur Mahyeldi

Hal tersebut disampaikannya dalam rakor pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera kepada Mendagri via zoom di Padang, Jum’at (9/1/2026).

Gubernur menyebut data tentang kebencanaan di Sumbar dapat diakses secara umum oleh masyarakat melalui dasboard satu data kebencanaan di website dashboardbencana.sumbarprov.go.id. Menurutnya, website tersebut sengaja disiapkan untuk memudahkan pelaporan dan bentuk transparansi pemerintah dalam penanganan bencana.

“Dasboard kebencanaan ini menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan rehap dan rekonstruksi pascabenca berbasis data yang akurat. Dengan data yang terbuka dan terintegrasi, proses penanganan bisa lebih cepat, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegas Mahyeldi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memuji kesiapan Pemerintah Provinsi Sumbar dalam penanganan bencana khususnya dalam penanganan darurat dan pendataan.

Menurutnya, dengan adanya dasboard satu data kebencanaan akan memudahkan koordinasi lintas perangkat daerah, pemerintah kabupaten dan kota, serta pemanfku kepentingan lainnya dalam menyusun langkah pemulihan pascabencana secara terpadu.

“Dasboard ini mempermudah koordinasi lintas sektor, serta memastikan setiap tahapan rehap rekon termonitor dengan baik dan penggunaan anggaran lebih efektif,” kata Mendagri Tito Karnavian

Selain itu, Mendagri menilai, dengan adanya dasboard kebencanaan, pemerintah juga terbantu untuk bekerja lebih terkoordinasi, terukur, dan akuntabel. Ia menegaskan untuk tahap awal rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di daerah terdampak akan difokuskan pada pemulihan infrastruktur jalan.

“Sementara yang lainnya, akan menyusul setelah itu,”pungkasnya.

Baca Juga

Kunjungi 10 Masjid, Sekda Sumbar Tutup Safari Ramadan di Masjid Raya Kacang Solok
Kunjungi 10 Masjid, Sekda Sumbar Tutup Safari Ramadan di Masjid Raya Kacang Solok
Sinergi Pembangunan, Gubernur Mahyeldi Pimpin Rakor dengan Pemkab Pasaman
Sinergi Pembangunan, Gubernur Mahyeldi Pimpin Rakor dengan Pemkab Pasaman
Penanganan Pascabencana, Pemprov Sumbar Butuh Rp21,4 Triliun
Penanganan Pascabencana, Pemprov Sumbar Butuh Rp21,4 Triliun
Pemprov Sumbar dan Pemko Bukittinggi Sinkronkan Program Dorong Percepatan Pembangunan Daerah
Pemprov Sumbar dan Pemko Bukittinggi Sinkronkan Program Dorong Percepatan Pembangunan Daerah
Polda Sumbar menekankan pentingnya waspada meninggalkan rumah sebelum mudik, sebagai langkah preventif untuk mencegah tindakan kriminal
Jalur Mudik Terbatas, Sumbar Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Khusus
Sumbar Didorong jadi Daerah Percontohan Nasional dalam Penanganan Bencana
Sumbar Didorong jadi Daerah Percontohan Nasional dalam Penanganan Bencana