Langgam.id – Bupati Pasaman Barat, Yulianto, meninjau langsung perbaikan jalan poros Ranah Pasisie–Suak Maligi yang rusak akibat banjir. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas percepatan pemulihan akses jalan dan jembatan di sejumlah titik terdampak bencana di Kabupaten Pasaman Barat.
Peninjauan dilakukan di ruas jalan Poros Nagari Ranah Pasisie, tepatnya di Karambia Ampek, serta di kawasan Suak Maligi, Rabu (31/12/2025). Bupati didampingi perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, camat, wali nagari, unsur TNI, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Yulianto menjelaskan, jalan di Karambia Ampek merupakan akses vital bagi masyarakat Sasak Ranah Pasisie. Selain sebagai jalur utama transportasi, ruas tersebut juga berfungsi sebagai jalur evakuasi yang sempat terputus akibat banjir beberapa waktu lalu.
Pemerintah daerah, menurut dia, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat atas respons cepat dalam penanganan pascabencana di Pasaman Barat, khususnya dalam perbaikan akses jalan dan jembatan yang rusak.
Ia mengatakan, bantuan pemerintah pusat diwujudkan melalui pembangunan jalan dan jembatan menggunakan konstruksi Aramco yang dikerjakan oleh personel TNI. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dua minggu dan diperkirakan pada awal Januari sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Bupati juga mengapresiasi peran TNI dan Polri yang dinilai selalu berada di garda terdepan dalam penanganan bencana di daerah. Sebelumnya, Pasaman Barat juga menerima bantuan pembangunan Jembatan Bailey di Sikabau yang kini telah dapat dimanfaatkan masyarakat.
Lebih lanjut, Yulianto mengungkapkan bahwa bencana banjir dan longsor telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan di berbagai wilayah Pasaman Barat. Ia berharap perhatian dan dukungan pemerintah pusat dapat terus berlanjut, terutama untuk membantu perbaikan akses infrastruktur lainnya yang terdampak bencana.
Sementara itu, Perwira Penanggung Jawab dari Batalyon Teritorial Pembangunan 844, Yuscha FA, menyampaikan bahwa progres pembangunan jembatan Aramco saat ini telah mencapai sekitar 11 persen. Pekerjaan tersebut melibatkan 30 personel di lapangan.
Ia menambahkan, pembangunan ditargetkan selesai pada 6 Januari mendatang dan diharapkan dapat rampung tepat waktu sehingga akses masyarakat kembali normal.






