PalantaLanggam – Mahasiswa Program Studi S1 Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas, kembali berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Membangun Desa. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan status gizi dan literasi gizi siswa, khususnya kelas 5 di SDN 18 Kampung Durian, Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.
Selama dua bulan sejak Oktober sampai November, sejumlah 6 mahasiswa bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Resmiati, SKM., MKM, menjalankan berbagai aktivitas dengan tema “Penguatan Program Makan Bergizi gratis Melalui Penyusunan Menu Gizi Seimbang, Edukasi Poster Kreatif, dan Pemantauan Status Gizi Anak Sekolah di SDN 18 Kampung Durian”. Kegiatan ini mencakup edukasi gizi, analisis konsumsi pangan, penilaian daya terima menu MBG, serta kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan solusi holistik dalam penguatan program MBG.
Beragam Kegiatan untuk Mendukung Gizi Anak Sekolah Dasar
Dalam pelaksanaan kegiatan, para mahasiswa bekerja sama dengan pihak sekolah dengan melakukan berbagai aktivitas yang melibatkan siswa kelas 5 dan 6, meliputi penilaian daya terima terima menu Makan Bergizi Gratis (MBG), pengukuran antropometri, dan konsultasi gizi yang di fokuskan pada siswa kelas 5, serta analisis konsumsi pangan dilakukan pada siswa kelas 6. Dalam rangka pengabdian masyarakat tersebut, mahasiswa juga telah melaksanakan edukasi serta konseling mengenai gizi seimbang kepada siswa kelas 5 sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kebiasaan makan sehat. Edukasi disampaikan menggunakan berbagai media seperti presentasi (PPT), leaflet, dan poster interaktif yang dirancang agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Selain itu, dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi. Kegiatan ini mencakup edukasi gizi, analisis konsumsi pangan, penilaian daya terima menu MBG, serta kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan solusi holistik dalam penguatan program MBG.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa membantu sekolah dalam memantau status gizi dan mengidentifikasi kebutuhan perbaikan pola makan.
Selain itu, mahasiswa melaksanakan edukasi gizi yang difokuskan pada siswa kelas 5B dengan materi Gizi Seimbang dan Isi Piringku serta Pentingnya Konsumsi Sayur dan Buah. Edukasi disampaikan melalui metode yang interaktif dan penggunaan media seperti poster kreatif, leaflet, dan presentasi yang mudah dipahami oleh anak sekolah dasar.
Dampak Positif bagi Lingkungan Sekolah
Kepala Sekolah dan wali kelas 5 mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang dinilai memberikan dampak positif terutama dalam peningkatan pemahaman siswa mengenai pola makan sehat. “Kehadiran mahasiswa sangat membantu, terutama dalam menambah ilmu pengetahuan adik-adik kelas 5B tentang gizi”, ujar ibu Yulvia Sari, S.Pd selaku wali kelas 5B.
Dosen pendamping lapangan menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih luas untuk meningkatkan dampak program ini. Dengan dukungan berkelanjutan, program edukasi dan pemantauan gizi di Sekolah Dasar diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat kesehatan jangka panjang bagi siswa.



