Langgam.id – Pekan Nan Tumpah 2025 terus menyajikan beragam agenda menarik dan menghibur bagi para pengunjung. Walaupun sempat diguyur hujan deras pada hari kelima, antusiasme penonton tidak surut, membuktikan daya tarik festival seni dan budaya ini.
Menurut Tenku Raja, koordinator Ruangtemu, hujan deras yang baru pertama kali terjadi selama acara cukup mengejutkan, namun panitia telah menyiapkan rencana cadangan untuk mengatasi gangguan tak terduga. Terbukti, panggung eksibisi yang dipindahkan ke area belakang tidak mengurangi semangat penonton yang tetap setia menikmati pertunjukan.
Pada hari kelima, acara diisi dengan pelatihan Turuk Laggai dari Komunitas Sinuruk Mattaoi dan gelar wicara "Ikon Inspirasi: Kolaborasi Seni Lintas Media" bersama Siko Setyanto dari Manajemen Talenta Nasional. Sesi ini menarik 100 peserta yang antusias mendengarkan perjalanan kreatif Siko. Di panggung eksibisi, pertunjukan tari "Bulek Kato Anak Nagari" dari SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping dan tonil "Murat-Marit Asik" dari Grup Tonil Bahasa Tangsi Sikalang tetap sukses menghibur penonton.
Padatnya Jadwal Jelang Penutupan
Memasuki hari keenam atau satu hari menjelang penutupan, Pekan Nan Tumpah 2025 masih menawarkan berbagai agenda menarik. Pameran dibuka sejak pukul 10.00 WIB. Pengunjung juga dapat mengikuti pelatihan "Membuat Gelang Tali Giok dan Strap HP" bersama Pelita Padang dan HWDI, serta menikmati pertunjukan TJDM dari Manajemen Talenta Nasional (MTN).
Panggung eksibisi akan menampilkan tarian "Manimbo Aia" dari SMA Negeri 2 Batang Anai dan "Tari Kreasi Nias" dari KBMP. Setelah jeda istirahat, acara akan dilanjutkan pada malam hari dengan pemutaran film dan pertunjukan seni dari Bandar Kertas Buram berjudul "Trikona Resonansia".
Malam akan ditutup dengan pertunjukan "Hamparan Kain Jemuran Dalam Suatu Perjalanan" dari Kata Gerak, memastikan hari-hari terakhir Pekan Nan Tumpah 2025 penuh dengan kreativitas dan semangat seni.