Koalisi Masyarakat Sipil Sumbar: Hentikan Kekerasan Aparat, Selamatkan Demokrasi

Langgam.id - Meninggal dunianya seorang tukang ojek online karena terlindas kendaraan taktis polisi saat pengamanan demonstrasi di Jakarta, kemarin, menyulut kemarahan publik dan mendorong Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Barat menyuarakan pernyataan sikap keras.

Bagi koalisi, insiden ini bukan sekadar tragedi kemanusiaan, tetapi cermin kelam bagaimana negara memperlakukan warganya. “Nyawa rakyat seakan begitu murah di mata aparat yang seharusnya melindungi,” tegas pernyataan yang dibacakan dalam konferensi pers di Padang.

Sejak gelombang aksi 25 Agustus lalu, laporan kekerasan aparat terus mengemuka. Massa aksi ditangkap tanpa prosedur hukum yang jelas, akses bantuan hukum dipersulit, bahkan intimidasi dialami para pendemo. Situasi ini, menurut koalisi, telah menodai prinsip demokrasi dan konstitusi.

Lima Tuntutan

Dalam pernyataan sikapnya, Koalisi Masyarakat Sipil Sumbar menyampaikan lima tuntutan utama:

Mengutuk keras tindakan aparat kepolisian yang menyebabkan tewasnya massa aksi serta kekerasan terhadap peserta lainnya.

Menuntut Kapolri dan jajaran bertanggung jawab serta mengadili personel yang terbukti brutal, termasuk dalam kasus Affan Kurniawan.

Mendesak Kapolri mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik atas tragedi ini, sekaligus menuntut reformasi total Polri.

Menghentikan penangkapan sewenang-wenang serta membebaskan semua massa aksi yang ditahan tanpa prosedur KUHAP.

Menjamin akses bantuan hukum yang adil dan tanpa hambatan bagi seluruh peserta aksi yang ditahan.

Koalisi menegaskan, demokrasi tidak bisa ditegakkan di atas mayat dan tangisan rakyat. “Tragedi ini harus menjadi peringatan keras. Setiap kekerasan hanya akan memperdalam jurang ketidakpercayaan publik terhadap institusi negara,” lanjut mereka.

“Kami Tidak Akan Diam”

Di akhir pernyataan, koalisi yang terdiri dari sejumlah lembaga sipil seperti LBH Padang, Pusat Studi Konstitusi FH Unand, WALHI Sumbar, AJI Padang, hingga Koalisi Perempuan Indonesia, berikrar akan terus mengawal kasus ini bersama korban.

“Tragedi ini bukan sekadar angka korban. Ini tentang martabat manusia yang diinjak dan rasa aman yang direnggut dari kita semua. Kami tidak akan diam. Kami tidak akan mundur. Setiap kekerasan akan kami jawab dengan solidaritas yang lebih besar,” tegas Koalisi Masyarakat Sipil Sumbar. (*/Yh)

Tag:

Baca Juga

PUSaKO Universitas Andalas: Lawan Tirani dan Pembangkangan Konstitusi dalam Revisi UU Pilkada 2024
PUSaKO Universitas Andalas: Lawan Tirani dan Pembangkangan Konstitusi dalam Revisi UU Pilkada 2024
Koalisi Rakyat Sumbar Ultimatum Pemerintah: Selamatkan Demokrasi, Tolak Dinasti Politik Jokowi
Koalisi Rakyat Sumbar Ultimatum Pemerintah: Selamatkan Demokrasi, Tolak Dinasti Politik Jokowi
Masyarakat Petani Pejuang Nagari Kapa Unjuk Rasa, Tuntut Janji Bupati Pasaman Barat
Masyarakat Petani Pejuang Nagari Kapa Unjuk Rasa, Tuntut Janji Bupati Pasaman Barat
Ratusan akademika dan masyarakat sipil Sumatra Barat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat, Jalan Sudirman.
Majelis Akademika dan Masyarakat Sipil Sumbar Unjuk Rasa, Menggugat Penggembosan Tata Kelola Negara, Kecam Pemilu yang Buruk
Sudah 2 Hari Warga Air Bangis Bermalam di Masjid Raya, Mereka Butuh Pakaian dan Perlengkapan Bayi
Sudah 2 Hari Warga Air Bangis Bermalam di Masjid Raya, Mereka Butuh Pakaian dan Perlengkapan Bayi
Langgam.id - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat (Pasbar) menggelar simulasi pengamanan unjuk rasa usai harga BBM naik.
Polisi di Pasbar Simulasi Pengamanan Unjuk Rasa Usai Pemerintah Naikkan Harga BBM