Sepanjang 2019, Unand Terbitkan 277 Judul Buku

Kampus Unand Terbitkan buku

Serah terima buku karya para dosen Unand. (Foto: Heri S)

Langgam.id – Sepanjang tahun lalu, Universitas Andalas (Unand) menerbitkan 277 judul buku dari para dosen dan peneliti di kampus tersebut. Jumlah itu meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 160 judul buku.

Uyung Gatot S Dinata, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unand mengatakan sepanjang tahun ada lebih 500 judul buku yang dihasilkan dosen Unand, namun hanya 277 judul buku yang bisa diterbitkan.

“Sebenarnya, 500 lebih judul buku, tetapi yang didaftarkan ISBN 277 judul buku. Karena prosesnya juga panjang, banyak buku baru disetorkan di penghujung tahun, sehingga belum mendapatkan ISBN,” katanya, Kamis (9/1/2020).

Ia memperkirakan tahun ini produksi buku Unand juga akan meningkat, didorong banyaknya penelitian dan pengabdian oleh para dosen, yang dalam kontraknya hasil penelitian harus dipublikasikan dalam bentuk buku.

Uyung mengatakan akan mendorong peningkatan publikasi buku yang dihasilkan para pendidik di Unand. Apalagi, saat ini, klaimnya, produksi buku Unand berdasarkan sinta2.ristekdikti.go.id sudah nomor satu di Indonesia, mengalahkan UI, ITB, UGM dan perguruan tinggi ternama lainnya.

“Kita sudah nomor satu untuk produksi buku, sudah di atas UI. Ini harus ditingkatkan terus,” ujarnya.

LPPM Unand melakukan serah terima buku karya para dosen Unand kepada pimpinan 15 fakultas di perguruan tinggi tersebut, sekaligus me-launching situs tokobuku.unand.ac.id.

Melalui situs tersebut, buku-buku karya dosen Unand akan dipublikasikan, sehingga memudahkan pembaca mengaksesnya.

“Ke depan kita bikinkan aplikasinya, sekarang baru tahap pengenalan lewat website,” katanya.

Wakil Rektor I Unand Mansyurdin mengungkapkan dukungan universitas guna meningkatkan publikasi karya dosen, mulai dari jurnal, artikel scopus, buku, hingga hak cipta cukup tinggi.

“Minimal 15 persen dari total anggaran di Unand dialokasikan untuk penelitian dan pengabdian masyarakat. Outputnya adalah produksi buku tadi,” katanya.

Menurutnya, saat ini rasio dosen Unand yang menulis buku baru berkisar 25 persen dari total sekitar 2.000 orang dosen.

Baca Juga

Yayasan Pendidikan Gempita Sumatra Barat melakukan perjanjian kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang
Penuhi Hak Warga Binaan, Yayasan Pendidikan Gempita Teken MoU dengan Lapas Kelas II A Padang
Isi Kuliah Inspirasi di UNAND, Kepala BPOM Dorong Riset Berbasis Sains
Isi Kuliah Inspirasi di UNAND, Kepala BPOM Dorong Riset Berbasis Sains
Trauma Healing Warga Cupak Tangah, Mahasiswa KKN UNAND Adakan Lomba Mewarnai dan Pentas Seni
Trauma Healing Warga Cupak Tangah, Mahasiswa KKN UNAND Adakan Lomba Mewarnai dan Pentas Seni
UNAND Fokus Perkuat Kualitas Pendidikan, Riset, Serta Reputasi Internasional
UNAND Fokus Perkuat Kualitas Pendidikan, Riset, Serta Reputasi Internasional
Potret Program Sitiung Mengajar yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Reguler 1 di Dharmasraya. (FOTO: Istimewa)
Sitiung Mengajar, Cara Mahasiswa KKN Unand 2026 Edukasi Kesehatan Sejak Dini di Dharmasraya
UNAND jadi Penerima, CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa 5.000 Euro untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra
UNAND jadi Penerima, CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa 5.000 Euro untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra