Pemko Padang Temukan 7 Klinik Tak Aktif Laporkan Temuan Kasus TBC

Berita terbaru dan terkini hari ini: Penyakit Hepatitis Akut atau Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology diduga telah sampai di Sumbar.

Ilustrasi. (Foto: Mohammed Hasan/ pixabay.com)

Langgam.id - Pemerintah Kota Padang menemukan sebanyak tujuh klinik kesehatan di daerah itu tidak aktif melaporkan temuan penyakit TBC.

Untuk diketahui, tuberculosis (TBC) termasuk penyakit menular dan dapat mematikan. Angka penderita TBC terus meningkat dari waktu ke waktu karena masih terus terjadi penularan.

Memutus mata rantai penularan adalah dengan cara menemukan dan mengobati kasus TB. Setiap fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) seperti rumah sakit, klinik dan lainnya mesti rutin melaporkan kasus TBC. Sehingga dapat dilakukan investigasi kontak untuk memastikan penghentian penyebaran dan penularannya.

Sayangnya, beberapa fasyankes di Kota Padang justru tidak melaporkan kasus TBC. Padahal, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, setiap klinik wajib mencatat dan melaporkan kasus TBC.

"Ada sebanyak tujuh klinik yang hingga kini belum melaporkan kasus TBC," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang melalui Subkoord P2M, Evawestari, dikutip dari Kominfo, Selasa (17/12/2024).

Tujuh klinik yang belum melaporkan kasus TBC yakni klinik Murni Elok, klinik PT Semen Padang, klinik Regita Materniti, klinik Rahmi Hatta, klinik Lanud Sutan Sjahrir, klinik BPK Sumbar, serta klinik Mayana Medika Center. Ketujuhnya itu seharusnya mencatat dan melaporkan penemuan terduga TBC.

"Akan tetapi hingga saat ini tidak ada laporan, padahal klinik sudah dilatih untuk membuat laporan dan diharuskan melaporkan secara mandiri," ucap Eva Westari.

Sebenarnya, pencatatan dan pelaporan kasus TBC, fasyankes dapat menggunakan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) berbasis online atau mengintegrasikan Sistem Informasi di fasyankes dengan SITB.

Disinggung tentang sanksi yang akan diberikan kepada ketujuh klinik tersebut, Eva menyebut bahwa pihaknya akan melakukan pembinaan secara langsung melalui lisan dan persuasif. Ini sesuai dengan Perwako Nomor 36 Tahun 2017, revisi Nomor 63 Tahun 2019.

"Sebab itu, kami mengimbau kepada semua fasyankes di Padang agar menjalankan program prioritas pemerintah dengan terlibat aktif dalam penemuan dan pelaporan orang terduga TBC melalui aplikasi SITB," ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Padang mengajak seluruh fasyankes untuk aktif melaporkan kasus TBC. Rencananya, Dinkes juga akan mengunjungi ketujuh fasyankes tersebut dalam waktu dekat.

Diketahui, hingga saat ini angka penemuan kasus TBC di Padang mencapai 4.100 orang. Dinas Kesehatan mengimbau seluruh perkantoran untuk melakukan skrining TBC bagi seluruh karyawannya yang berisiko. (*/Fs)

Baca Juga

Pj Wako Padang Sampaikan Kinerja 2024, Tingkat Pengangguran Masih Jadi Tantangan
Pj Wako Padang Sampaikan Kinerja 2024, Tingkat Pengangguran Masih Jadi Tantangan
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, BI Sumbar Bawa Rp 5,9 Miliar ke Mentawai
Serapan Anggaran Pemko Padang 2024 Capai 93,75 Persen
BPK Berikan Hasil Pemeriksaan Kinerja Program JKN Kota Padang
BPK Berikan Hasil Pemeriksaan Kinerja Program JKN Kota Padang
Musrenbangnas Bersama Presiden, Pj Wako Padang: Kita Siap Sukseskan RPJMN 2025-2029
Musrenbangnas Bersama Presiden, Pj Wako Padang: Kita Siap Sukseskan RPJMN 2025-2029
Tinjau Kecamatan Koto Tangah, Pj Wako: Padang Bagoro Solusi Antisipasi Banjir
Tinjau Kecamatan Koto Tangah, Pj Wako: Padang Bagoro Solusi Antisipasi Banjir
Kejuaraan Padang Open Archery Championship 2024 digelar di Lapangan Sepakbola Cubadak PT Semen Padang, Sabtu
383 Atlet dari Klub Panahan di Indonesia Ikuti Padang Open Archery Championship 2024