30 KK Mengungsi di Kantor Wali Nagari Bayua Agam Akibat Banjir Bandang

Sebanyak lebih kurang 30 kepala keluarga (KK) mengungsi ke Kantor Wali Nagari Bayua akibat banjir bandang yang melanda Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua,

Bupati Agam, Andri Warman saat meinjau lokasi banjir bandang di Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya. [foto: amcnews.co.id]

Langgam.id – Sebanyak lebih kurang 30 kepala keluarga (KK) mengungsi ke Kantor Wali Nagari Bayua akibat banjir bandang yang melanda Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya pada Kamis (7/12/2023) lalu.

Puluhan KK ini mengungsi ke Kantor Wali Nagari Bayua karena rumahnya terkena banjir bandang sehingga tidak bisa untuk ditempati.

Bupati Agam, Andri Warman pun datang melihat kondisi warga yang mengungsi di Kantor Wali Nagari dan juga meninjau lokasi banjir bandang pada Sabtu (9/12/2023).

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Agam turut prihatin terhadap musibah yang melanda masyarakat Sungai Rangeh. Semoga bencana ini bisa segera teratasi dan segera berlalu,” ucap Andri dikutip dari amcnews.co.id, Sabtu (9/12/2023).

Pada kesempatan tersebut, Andri menyalurkan bantuan darurat untuk warga yang terdampak banjir bandang. Bantuan itu diserahkan langsung kepada Wali Nagari Bayua, Hadi Fajrin.

Usai melihat kondisi warga yang mengungsi, Andri meninjau lokasi banjir. Ia mengatakan, bahwa banjir bandang ini terjadi akibat tingginya intensitas hujan di daerah itu.

“Secepatnya kita bersihkan material banjir yang menutupi jalan, dan akan membuat jembatan darurat, agar akses jalan bisa dilewati,” bebernya.

Andri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Hal tersebut mengingat saat ini cuaca masih dalam kondisi musim penghujan.

“Tetap waspada dan hati-hati akan banjir bandang susulan,” harap Andri. (*/yki)

Baca Juga

Banjir di Sumatera: Soal Air, Hutan, dan Negara
Banjir di Sumatera: Soal Air, Hutan, dan Negara
Wawancara Eksklusif dengan Bupati Agam: Nyatakan Status Darurat, Anggaran Penanganan Sudah tak Ada
Wawancara Eksklusif dengan Bupati Agam: Nyatakan Status Darurat, Anggaran Penanganan Sudah tak Ada
Tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap dua warga yang masing hilang akibat banjir bandang yang melanda Padang pada 28 November lalu.
Dua Warga Padang Hilang Akibat Banjir Bandang, Pencarian Masih Terus Dilakukan
Relawan Rakyat Bantu Rakyat Tempuh Jalur Ekstrem Salurkan Bantuan ke Kampung Terdampak di Batipuh
Relawan Rakyat Bantu Rakyat Tempuh Jalur Ekstrem Salurkan Bantuan ke Kampung Terdampak di Batipuh
Kemenkes antisipasi kenaikanpenyakit di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumbar dengan operasi kedaruratan kesehatan.
Kemenkes Aktifkan Kedaruratan Kesehatan di Sumbar Antisipasi Penyakit Pascabencana
Sekolah Terdampak Banjir, Ujian Semester MTsN 8 Pesisir Selatan Tetap Berjalan 
Sekolah Terdampak Banjir, Ujian Semester MTsN 8 Pesisir Selatan Tetap Berjalan